Uinsa > Tentang Uinsa > Selayang Pandang > Rencana Strategi

Rencana Strategi

RENCANA STRATEGIS BISNIS
UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
2014-2019

 

Pendidikan sejatinya berjalan seiring dengan perkembangan zaman. Perkembangan zaman menuntut pergerakan yang responsif dan dialektis dari dunia pendidikan. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya sebagai institusi pendidikan Islam, yang berangkat dari idealisasi terhadap ajaran Islam, pengalaman historis masyarakat muslim serta proyeksi keislaman ke depan, merupakan bagian dari kegiatan pendidikan yang tanpa terkecuali, juga harus merespon tantangan dan tuntutan perkembangan zaman dimaksud.

Globalisasi, sebagai bagian dari perkembangan zaman yang kini menjadi bagian dari kehidupan modern, melahirkan tuntutan dan tantangan yang beragam kepada pendidikan Islam. Seiring dengan hal ini, dari sisi penyelengaraan pendidikan, isu sentral yang harus dihadapi oleh pendidikan tinggi Islam, termasuk UIN Sunan Ampel berkaitan dengan dua hal yakni, kelembagaan dan misi sosial.

Pada aspek kelembagaan, perguruan tinggi Islam dituntut untuk melakukan adaptasi dan mobilisasi mutu sumberdaya manusia dan infrastruktur pendidikan ke arah yang lebih modern dan maju. Pada level misi sosial, UIN Sunan Ampel diharapkan mampu untuk melibatkan stakeholder dalam proses transformasi sosial menuju masyarakat yang diidealisasikan oleh agama, bangsa dan negara.

A.     Visi Universitas

Visi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya adalah “Menjadi Universitas Islam yang unggul dan kompetitif bertaraf internasional”

Untuk memperjelas pemahaman tentang rumusan visi tersebut maka berikut dideskripsikan beberapa konsep yang ada dalam visi terebut sebagai berikut :

Konsep Universitas Islamdimaksudkan sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara integratif berdasarkan semangat peneguhan dan penyemaian nilai-nilai Islam moderat dan transformatif yang merupakan aktualisasi doktrin Islam sebagai rahmatan li al-‘alamin, dengan mempertimbangkan konteks kearifan lokal masyarakat Jawa Timur khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Pola penyelenggaraan pendidikan yang integratif dengan didasari semangat moderat dan transformatif tersebut diorientasikan untuk mengembangkan ilmu, teknologi, seni dan budaya dalam rangka meningkatkan kualitas keberagamaan dan kehidupan masyarakat Indonesia serta kemanusiaan secara universal. Pola penyelenggaraan pendidikan UIN Sunan Ampel yang integratif tersebut yang diharapkan menjadi distingsi dari universitas Islam lainnya yang ada di Indonesia.

Konsep unggul (excellence), dimaksudkan bahwa UIN Sunan Ampel memiliki kualitas yang baik dan terukur dalam standar mutu pendidikan tinggi nasional dan internasional. Keunggulan ini meliputi aspek isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, penilaian pendidikan, penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama.

Unggul dalam aspek isi dan proses dimaksudkan sebagai kemampuan universitas dalam mendesain dan mengimplementasikan kurikulum sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Adapun yang dimaksud dengan unggul dalam aspek kompetensi lulusan adalah bahwa lulusan UINSA mempunyai karakter yang Islami dan berdaya saing.

Sementara unggul dalam aspek tenaga pendidik dan kependidikan dimaksudkan bahwa UIN Sunan Ampel memiliki sumber daya manusia yang berkarakter Islami, professional, kompeten dan kompetitif. Selanjutnya, konsep unggul dalam memenuhi standar minimum sarana prasarana penunjang layanan dan proses pembelajaran yang meliputi ruang belajar, ruang dosen, dan ruang perkantoran yang representatif. Pula adanya perpustakaan modern, laboratorium, pesantren mahasiswa, fasilitas umum, dan teknologi informasi dan komunikasi yang memadai.

Selain itu, universitas juga memiliki keunggulan dalam hal pengelolaan, yakni kemampuan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi program yang telah dicanangkan untuk tercapainya proses penyelenggaraan pendidikan yang efektif dan efisien.

Berkenaan dengan keunggulan dalam penilaian pendidikan, UINSA Surabaya menyusun serta mengimplementasikan mekanisme, prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik sesuai dengan standar nasional pendidikan dan standar pendidikan yang ditentukan oleh lembaga-lembaga pemeringkat pendidikan skala regional maupun internasional.

Adapun yang dimaksud dengan keunggulan UINSA Surabaya dalam hal pembiayaan adalah kemampuan institusi dalam membuat laporan audit keuangan yang transparan dan dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan, serta melakukan monitoring dan evaluasi pendanaan internal untuk pemanfaatan dana yang lebih efektif, transparan dan memenuhi aturan keuangan. Selain itu juga kemampuan universitas dalam mendorong partispasi aktif masyarakat sebagai perolehan dana dari luar institusi guna meningkatkan mutu pendidikan UINSA Surabaya.

Lebih lanjut, keunggulan UINSA Surabaya di bidang kerjasama dimaksudkan sebagai kemampuan universitas dalam membangun kerjasama dengan berbagai lembaga secara efektif, serta mampu memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan dan hasil kerjasama secara berkala, sehingga universitas dan mitra krjasama mendapatkan manfaat dan kepuasan.

Sementara itu keunggulan di bidang riset dibangun untuk pengembangan keilmuan, agama, teknologi, seni dan budaya berbasis dan untuk masyarakat. Adapun keunggulan di bidang pengabdian kepada masyarakat, UINSA akan menjaga dan meningkatkan kualifikasi unggul yang selama ini sudah berlangsung melalui participatory action research (PAR), dan model Asset-Based Community Development (ABCD) secara terpadu. Terkait dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tersebut maka UINSA akan melakukan manajemen knowledge secara memadai baik dalam bentuk printed maupun online sesuai dengan standar nasional maupun internasional.

Konsep kompetitif yang dimaksud dalam visi UIN Sunan Ampel adalah kemampuan institusi dalam bersaing dengan perguruan tinggi lainnya baik skala nasional, regional maupun internasional di bidang pendidikan dan pengajaran, manajemen kelembagaan, kualitas SDM, produk riset, dan pengabdian kepada masyarakat serta kompetensi lulusan

Sedangkan yang dimaksud dengan konsep bertaraf internasional adalah adanya pengakuan status atau predikat kelembagaan UIN Sunan Ampel oleh lembaga pemeringkat perguruan tinggi level internasional diantaranya Webometrics, Times Higher Education (THE) dan Asian University Network maksimal pada tahun 2025.

 

B.    Misi UIN Sunan Ampel

Misi merupakan alasan mengapa suatu lembaga ada dan melaksanakan kegiatannya. Sebagai lembaga perguruan tinggi, UIN Sunan Ampel merumuskan misi sebagai berikut:

  1. Menyelenggarakan pendidikan ilmu-ilmu keislaman multidispliner serta sains dan teknologi yang unggul dan berdaya saing.
  2. Mengembangkan riset ilmu-ilmu keislaman multidisipliner serta sains dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
  3. Mengembangkan pola pemberdayaan masyarakat yang religius berbasis riset

UIN Sunan Ampel telah melakukan kerjasama dengan berbagai lembaga donor, departemen, dan penyelenggara pendidikan baik dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang muaranya akan menjadikan institusi ini mampu menyelenggarakan pendidikan ilmu keislaman, sosial dan humaniora, sains dan teknologi yang unggul dan memiliki daya saing.

UIN Sunan Ampel memberikan prioritas tinggi pada penelitian yang berkaitan dengan upaya peningkatan kepercayaan masyarakat, di samping melaksanakan penelitian yang diarahkan untuk pengembangan Iptek.

Misi pemberdayaan masyarakat dilaksanakan UIN Sunan Ampel dalam bentuk upaya berkesinambungan dalam melakukan aktualisasi dan revitalisasi nilai-nilai religiusitas, yang kemudiaan dipromosikan dan diimbaskan kepada masyarakat agar khasanah budaya bangsa dapat terus diperkaya dan senantiasa sesuai dengan spirit zaman;

Misi ini diterjemahkan dalam bentuk desain kurikulum yang diarahkan untuk menghasilkan alumni yang selain sesuai dengan cita-cita pendidikan nasional, yaitu memiliki landasan keimanan dan ketakwaan serta berjiwa Pancasilais (personal skills), juga memiliki kompetensi yang memadai di bidang disiplin ilmu yang dipilihnya (professional skills). Disamping itu, lulusan UIN Sunan Ampel memiliki kompetensi intelektual dalam wujud kesadaran, kepekaan, kearifan dan kemampuan memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat beserta lingkungannya (interdiciplinary skills).

Nilai-nilai yang dikembangkan UIN Sunan Ampel dalam upaya mewujudkan outcomes yang berkarakter sebagaimana tersebut di atas adalah sebagai berikut:

  1. Religius. Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
  2. Jujur. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
  3. Toleran. Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
  4. Disiplin. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
  5. Kerja Keras. Tindakan yang menunjukkan perilaku tangguh dan berorientasi maju.
  6. Kreatif. Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
  7. Mandiri. Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
  8. Demokratis. Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
  9. Berdaya Ingin Tahu. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
  10. Nasionalis. Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
  11. Menghargai Prestasi. Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
  12. Bersahabat/Komunikatif. Sikap dan tindakan yang selalu menunjung tinggi nilai persahabatan antar sesama dalam kerangka kebaikan melalui jalinan silaturahmi dan atau komunikasi yang saling menghargai.
  13. Cinta Damai. Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
  14. Cinta Ilmu. Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan, memperdalam dan berbagi ilmu yang memberikan kebajikan bagi dirinya dan masyarakatnya.
  15. Peduli Lingkungan dan Sosial. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi, serta memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
  16. Bertanggung Jawab. Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
  17. Berpikir metakognitif. Tata pikir reflektif yang menunjukkan kemampuan diri atas cara berpikir kritis, sintetis, dan analitis.

Nilai-nilai tersebut merupakan sublimasi dari karakter unggulan UINSA Surabaya yang disingkat CERMAT yakni akronim gabungan dari karakter unggulan-saripati Cerdas (Smart), bErbudi LuhuR (Pious), dan berMArtabaT (Honourable). Masing-masing dari karakter unggulan-saripati ini mewadahi serangkaian karakter, sebagaimana ilustrasi berikut:

 

 

 

C.    Tagline

“BUILDING CHARACTER QUALITIES: for the Smart, Pious, Honorable Nation”

D.    Grand Design

Untuk mencapai visi dan mewujudkan misi UIN Sunan Ampel tersebut, dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan serta peluang dan tantangan yang ada, maka desain utama (grand design) untuk lima tahun kedepan adalah:

“Terwujudnya universitas Islam yang unggul dalam bidang pembelajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat secara terpadu

Excelent Islamic university in integrating learning, research

and community outreach”

 

E.     Isu strategis

Untuk mencapai grand design dalam jangka waktu lima tahun tersebut, maka ditentukan isu-isu strategis yang akan dikembangkan dan dicapai secara bertahap sebagai berikut:

  1. Penguatan manajemen kelembagaan, sistem pembelajaran dan internalisasi nilai-nilai karakter yang dikembangkan oleh UIN Sunan Ampel Surabaya (2014-2016)
  2. Peningkatan profesionalisme dan kompetensi Sumber Daya Manusia dalam ranah Tri Dharma Perguruan Tinggi (2016-2017)
  3. Pengembangan sistem pembelajaran berbasis riset dan pengabdian masyarakat (2017-2019)

 

F.     Grand Strategy

 

Untuk merealisasikan desain utama (grand design) di atas, maka dicanangkan strategi utama (grand strategies) sebagai berikut:

  1. Penguatan Sistem Kelembagaan
  2. Peningkatan Kapasitas SDM (statemen spesifik)
  3. Penguatan Kapasitas Sarana Prasarana
  4. Perluasan dan Peningkatan Layanan Universitas

 

Keempat strategi utama (grand strategies) tersebut dijabarkan dalam agenda strategis yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. 1.  Penguatan Sistem Kelembagaan

Penguatan kelembagaan yang dimaksud adalah proses penataan organisasi UIN Sunan Ampel Surabaya dalam menyelenggarakan Tri Dharma perguruan tinggi dalam rangka mewujudkan universitas yang unggul dalam bidang pembelajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat secara terpadu. Melalui agenda ini diharapkan UIN dapat meningkatkan kemampuan melayani stakeholderslebih besar serta memiliki sebuah sistem manajerial yang dapat memberikan kemudahan kepada setiap stakeholders.

Indikator-indikator:

1)     Penguatan sistem kelembagaan meliputi:

  1. Terwujudnya penataan organisasi: peningkatan status akreditasi (status kelembagaan), tersedianya SOP di setiap unit kerja.
  2. Pengembangan sistem informasi manajemen yang memadai: tersedianya sistem informasi yang terintegrasi berbasis IT, Sistem perekaman data dan informasi yang efisien dan efektif.
  3. Tersedianya mekanisme kontrol terhadap siklus manajemen: sistem audit internal yang efektif dan keberadaan manual mutu.
  4. Terciptanya sistem akademik yang sehat: tersedianya kepemilikan dokumen kebijakan tentang pengembangan kurikulum yang lengkap dan memuat nilai-nilai karakter yang dikembangkan oleh UIN Sunan Ampel Surabaya, adanya monitoring dan evaluasi pengembangan kurikulum, adanya pengembangan suasana akademik yang kondusif berdasarkan nilai-nilai karakter yang dikembangkan oleh UIN Sunan Ampel Surabaya.

 

  1. 2.  Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia

Peningkatan kapasitas yang dimaksud adalah semua kegiatan dan program yang diarahkan untuk memberdayakan SDM UIN Sunan Ampel Surabaya, yang terdiri atas tenaga pendidik dan kependidikan, baik di bidang kompetensi pedagogik, profesional, manajerial, pelayanan dan kompetensi bidang riset, serta kualifikasi kepribadian muslim dan sosial. Melalui agenda pertama ini diharapkan UIN Sunan Ampel Surabaya dapat meningkatkan kepuasan stakeholders pada sektor mutu pendidikan dan pengajaran seiring dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

 

Indikator-indikator:

1)     Kompetensi Pedagogik; perencanaan, proses pembelajaran dan evaluasi.

2)     Kompetensi Profesional; penguasaan bidang keahlian, penguasaan ICT, penguasaan bahasa asing, komunikasi, teamwork, independensi, pelaporan BKD secara mandiri.

3)     Kompetensi Manajerial Pajabat eselon dan non-eselon; mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi tugas sesuai tupoksi masing-masing.

4)     Kompetensi Pelayanan; mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi tugas sesuai standar pelayanan minimum masing-masing.

5)     Kompetensi Riset; kemampuan metodologi, responsif terhadap isu-isu strategis, integritas keilmuan, komunikasi dan publikasi hasil riset

6)     Kompetensi Pengabdian: kemampuan memenuhi kewajiban peng-abdian masyarakat berbasis penelitian.

7)     Kualifikasi Kepribadian Muslim dan Sosial; memiliki integritas terhadap nilai-nilai Islam transformatif serta menjunjung tinggi nilai-nilai humanis.

  1. 3.  Pengembangan Sarana Prasarana

Yang dimaksud dengan pengembangan sarana dan prasarana adalah menjamin ketersediaan sarana dan prasarana yang menyangkut fisik untuk mewujudkan terselenggaranya universitas yang unggul dalam bidang pembelajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat secara terpadu. Melalui agenda ini UINSunan Ampel diharapkan dapat memenuhi kebutuhan stakeholder khususnya yang berkaitan dengan fasilitas pendidikan, serta fasilitas yang mendukung kebutuhan soft skill mahasiswa.

Indikator-indikator

1)     Tersedianya ruang kelas dan ruang dosen yang representatif.

2)     Tersedianya sarana prasarana dalam peningkatan soft skill dan hard skill civitas akademika dan tenaga kependidikan

3)     Tersedianya fasilitas umum yang memadai

4)     Tersedianya fasilitas penunjang BLU

5)     Tersedianya fasilitas perpustakaan modern

 

  1. 4.  Perluasan dan Peningkatan Layanan Universitas

Perluasan dan peningkatan layanan yang dimaksud adalah UIN Sunan Ampel Surabaya mampu memperluas jenis layanan bisnis yang relevan dalam rangka menggali dan mengelola dana dari sumber-sumber non-akademik yang meliputi bisnis non-akademik dan bisnis umum. Melalui agenda ini UIN Sunan Ampel Surabaya diharapkan dapat memberikan layanan prima kepada stakeholders terhadap semua aspek layanan baik dari sisi pembelajaran hingga pada layanan administrasi.

Indikator-indikator

  1. Meningkatkan kuantitas layanan bisnis non-akademik
  2. Memperluas networking dalam peningkatan kuantitas layanan bisnis umum

PENUTUP

 

UIN  Sunan Ampel Surabaya memiliki komitmen yang kuat disertai dukungan dari seluruh civitas akademika dalam upaya pencapaian visi dan misi organisasi, meskipun tetap disadari masih terdapat beberapa kelemahan yang perlu dibenahi dan masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Sebagaimana telah dijelaskan di muka, UIN Sunan Ampel Surabaya tetap berupaya mengidentifikasi kekurangan dan kelemahan kelembagaan, untuk selanjutnya dicarikan strategi agar berbagai kelemahan tersebut berubah menjadi peluang yang menjanjikan bagi perbaikan kinerja kelembagaan secara menyeluruh. Oleh karena itu melalui prinsip pengembangan berkelanjutan, UIN  Sunan Ampel  ke depan akan mampu meningkatkan kekuatan yang dimiliki serta menjadikan ancaman untuk menangkap peluang yang ada di luar  UIN  Sunan Ampel Surabaya.

            Rencana Strategis Bisnis UIN Sunan Ampel Surabaya Surabaya disusun dengan mengoptimalkan seluruh potensi. Seluruh aspek yang dimiliki oleh UIN Sunan Ampel Surabaya Surabaya telah diuraikan secara transparan, baik yang menyangkut penerimaan dari sumber akademik maupun sumber non-akademik serta penggunaannya dalam beberapa program strategis. Semua ini diharapkan dapat memberikan arah perubahan yang positif, sehingga visi dan misi pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang profesional dan kompetetif dapat diwujudkan.

Demikian Rencana Strategis Bisnis UIN Sunan Ampel Surabaya Surabaya tahun 2014-2019 ini disusun sebagai pijakan dan panduan dalam memberikan pelayanan kepada stakeholders.

 

Surabaya,     September 2013

                                                                        Rektor,

 

                                                                        Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.Ag

                                                                        NIP. 195709051988031002

CONNECT WITH US