Uinsa > Publikasi > Uinsa Dalam Media > Pres Release

Pres release

UINSA SIAP SELENGGARAKAN TES CBT

UINSA Newsroom, Rabu (08/02/2017);Setelah secara resmi diluncurkan Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, pada Tanggal 1 Februari 2017, kegiatan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) tahun 2017, langkah sosialisasi hingga optimalisasi layanan bagi sekolah dan/atau calon mahasiswa baru (Maba) pun terus dilakukan. Usai launching digelar, kini tahapan masuk pada proses pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk jalur SPAN PTKIN yang dimulai tanggal 2 Februari-1 Maret 2017, bersamaan dengan proses verifikasinya hingga tanggal 3 Maret 2017. Selanjutnya proses pendaftaran pada 4 Maret-7 April, proses seleksi tanggal 13-26 April, pengumuman hasil seleksi tanggal 1 Mei, dan daftar ulang pada 23 Mei 2017.

Sementara itu, untuk jadwal pendaftaran UM PTKIN dimulai pada 10 April-10 Mei 2017. Dilanjutkan pelaksanaan ujian pada 23 Mei dan pengumuman hasil seleksi pada 19 Juni 2017. Selanjutnya, guna mendukung serta memudahkan informasi, panitia memberikan kemudahan melalui layanan informasi resmi di laman SPAN PTKIN dan UM PTKIN, fan page facebook, akun twitter, hingga layanan call center. Layanan informasi juga bisa didapat secara langsung di Sekretariat Panitia Pusat di Gedung Twin Towers B Lantai 2 UIN Sunan Ampel Surabaya, Jalan Ahmad Yani 117 Surabaya, 60237. Telp: 031-8491734 dan Fax: 031-8413300 atau di sekretariat panitia lokal (Panlok) di masing-masing PTKIN. Enam PTKIN lainnya di Jawa Timur yang menjadi Panlok SPAN-UM PTKIN 2017 yaitu UIN Maliki Malang, IAIN Tulungagung, IAIN Jember, IAIN Ponorogo, STAIN Kediri, dan STAIN Pamekasan.

Prof. Dr. H. Abdul A’la, M.Ag., Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus Ketua Panitia SPAN-UM PTKIN menjelaskan, selain menggelar ujian tulis berbasis kertas jawaban (Paper Based Test), tahun ini sejumlah PTKIN juga menggelar ujian tulis berbasis lembar jawaban komputer (Computer Based Test). Tes berbasis komputer ini merupakan tahun pertama dilaksanakan dengan target 1000 peserta yang digelar di 10 PTKIN yang tersebar di seluruh Indonesia. “Untuk menjamin kelancaran dan kemudahan dalam pelaksanaan SPAN-UM PTKIN, panitia telah bekerjasama dengan PT Telkom, Bank BNI, dan PT POS,” terang Prof. A’la.

Menegaskan apa yang disampaikan Prof A’la, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. H. M. Syamsul Huda, M.Fil.I. menjelaskan, terkait pelaksanaan tes khususnya CBT secara umum UIN Sunan Ampel Surabaya sangat siap. Mengingat, telah tersedianya sarana Laboratorium Terintegrasi yang memadai, juga pengalaman menggelar tes berbasis CBT pada pada seleksi mahasiswa mandiri dan PBSB (Program Beasiswa Santri Beprestasi) tahun 2016. “”UINSA menunggu hasil seleksi panitia pusat terkait CBT untuk jalur SBMPTN. Sedangkan untuk UM PTKIN, UINSA dipakai diantara 10 PTKIN. Tapi secara sarana, prasarana, juga pengalaman, UINSA 99% siap,” tegas Dr. Syamsul.

Selain kesiapan untuk seleksi berbasis CBT, Dr. Syamsul juga menjelaskan, bahwasannya untuk tahun 2017, pembayaran biaya seleksi UM PTKIN dapat dibayarkan di semua bank yang terhubung dengan BNI dengan menggunakan Virtual Account. Tawaran kemudahan lainnya adalah, adanya rencana menggelar analisa potensi calon maba menggunakan Genetic Talent Report melalui Fingerprint Analysis. Yakni sebuah sistem analisa sidik jari untuk mengetahui potensi genetis (bawaan sejak lahir) seseorang. “”Dalam proses seleksi, kita seringkali mengalami kesulitan untuk menentukan pilihan diantara nilai-nilai tes yang seimbang. Dengan adanya Fingerprint Analysis ini tentunya akan semakin memudahkan. Seseorang yang memiliki kecenderungan lebih tinggi dalam suatu pilihan jurusan tentu akan lebih dipertimbangkan,” jelas Dr. Syamsul.

Namun, lanjut Dr. Syamsul, upaya ini baru dalam tahap usulan. Mengingat, dalam seleksi nasional Perguruan Tinggi sistem ini belum banyak dipakai. Sehingga jika memungkinkan UIN Sunan Ampel Surabaya baru akan mengujicobakan teknik seleksi ini pada jalur Mandiri. “”Kendala utamanya saat ini tentunya karena tes ini berbiaya. Meskipun saya sudah membuktikan bahwa hasilnya 90% akurat,”” terang Dr. Syamsul.

Disamping itu, mengacu pada Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 74 tahun 2015 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program Sarjana pada PTKIN, diatur pola penerimaan mahasiswa dengan jumlah alokasi daya tampung SPAN PTKIN sebanyak 50%, UM PTKIN 30%, dan Seleksi Mandiri untuk Prodi Agama 20%. Berdasarkan pola penerimaan tersebut, update terbaru kuota untuk UIN Sunan Ampel Surabaya sebanyak 2833 Maba untuk seleksi jalur SPAN-UM PTKIN dan Mandiri Prodi Agama. Sisanya, sebanyak 1552 Maba akan disaring melalui jalur seleksi masuk SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri untuk Prodi Umum.

Total kuota tersebut, sebagaimana dijelaskan Drs. H. Rijalul Faqih, M.Si., MEI., Kepala Bagian Akademik, dengan rincian 1406 Maba di jalur SPAN PTKIN, 845 Maba dari jalur UM PTKIN, dan 582 Maba pada Seleksi Mandiri untuk Prodi Agama, SNMPTN dan SBMPTN masing-masing 543 Maba dan 466 Maba pada Seleksi Mandiri untuk Prodi Umum. total keseluruhan Maba yang diperkirakan masuk ke UIN Sunan Ampel Surabaya tahun 2017 adalah 4385 Maba, meningkat dibanding tahun 2016 yang hanya sekitar 4373 Maba. ”Untuk semua jalur seleksi tersebut kami mengikutsertakan sebanyak 41 Prodi dari 9 Fakultas dengan rincian 17 Prodi pada jalur SNMPTN-SBMPTN dan 24 Prodi pada jalur SPAN-UM PTKIN,” terang Drs. Rijal.

Kemudahan lainnya, untuk seleksi tahun 2017 UIN Sunan Ampel Surabaya juga memberikan kemudahan dalam pendaftaran jalur beasiswa bagi Maba khususnya pada jalur Seleksi SPAN-UM PTKIN. “Biasanya Beasiswa Bidik Misi (Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi) baru bisa mendaftar ketika sudah resmi terdaftar sebagai mahasiswa. Tapi kali ini bisa langsung mendaftar ketika pengisian data untuk seleksi masuk, dan disediakan sebanyak 173 kuota,” lanjut Drs. Rijal memungkasi. (SPAN-UM PTKIN).

 

CONNECT WITH US