Internationalisasi Kampus sebagai bentuk Extension Branding

Achmad Room Fitrianto - 09 Apr 2018

Pada masa kepemimpinan Prof. Dr, Nursyam, MSi. IAIN Sunan Ampel (sekarang bernama UIN Sunan Ampel) memposisikan diri sebagai perguruan tinggi yang mampu penjembatani antara ilmu ilmu keislaman dan ilmu ilmu umum. Konsep integrated twin towers diterjemahkan baik dari sisi ontology dan filosophynya juga dicoba dimasukkan dalam rencana strategis UIN  Sunan Ampel. Suatu konsep pengembangan keilmuan yang di dasari oleh Al-Quran dan Hadits  yang mana akan menumbuhkan dua cabang yaitu  cabang ilmu keislaman murni dan terapan. Kemudian yang kedua cabang ilmu umum yang didalamnya terdapat ilmu alam, ilmu sosial, dan humaniora. Penghubung diantara kedua cabang ilmu itu adalah pertautan antara dua disiplin keilmuan. Sehingga, terdapat sosiologi agama, filsafat agama, ekonomi Islam, politik Islam dan sebagainya.

Ketika suatu branding atau pemerekan sudah berhasil dilakukan, salah satunya adalah dengan  menyediakan informasi yang memadai atas produk yang ditawarkan. Ibarat makanan yang ditawarkan makan branding ini selain penyebutan nama dari makanan tersebut, juga termasuk didalamnya adalah tentang manfaat, kandungan bahan, pantangan dan satu yang juga urgent kadar luarsa. UIN  Sunan Ampel sebagai branding sudah dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi tertua yang menjadi pusat pengembangan Islamic Studies di Indonesia, yang mana juga sudah memiliki struktur pengajaran dan pembelajaran yang memadahi, terlebih setelah adanya redesign kurikulum yang di support oleh Islamic Development Bank. Namun demikian hal ini belumlah cukup perlu langkah langkah penting guna mensupport branding tersebut, salah satunya ya perlu dibangun Extension branding. Apakah extension branding itu?

Extension braning adalah suatu usaha untuk memperluas pengenalan produk dan citra yang dimiliki baik dengan mengunakan nama merk yang sama untuk menghasilkan produk yang berbeda.

Bila UIN Sunan Ampel sudah dibranding sebagai penyatu dua menara/ cabang ilmu pengetahuan, yang mana segment pasarnya adalah kalangan menengah kebawah yang terspecialisasi pada masyarakat religius di rural urban area di Jawa Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya. Lebih lebih UIN Sunan Ampel pada masa kepemimpinan Prof Dr. Abd A’la M.Ag melengkapi konsepsi twin tower dalam bentuk fisik yang terlihat megah menjulang dan terlihat merepresentasi konsep ”menara kembar”.

Extented branding yang diusahakan adalah bagaimana menggapai sasaran diluar brand yang telah dimiliki saat ini. UIN Sunan Ampel memiliki branding sebagai perguruan tinggi yang memfokuskan pada pengembangan ilmu ilmu keislaman sudah melekat di ingatan masyarakat. Branding tambahan yang distrukturkan adalah dengan membuka beberapa program studi umum dari teknik, kesehatan, ilmu sosial, ekonomi menjadikan UINSA sebagai kawah candradimuka anak bangsa dengan ”nilai tambah”.  Sejauh ini pasar dari kampus keislaman tertua di Indonesia Timur ini adalah masyarakat menengah keatas dan masyarakat perkotaan serta masyarakat International tentunya. Untuk itu diperlukan upaya upaya penginternationalan kampus dalam mengchapture atau menasbihkan extended branding. Sebuah tagline diperlukan untuk mengenalkan secara singkat apa yang ditawarkan oleh kampus. “Building Character Qualities: For the Smart, Pious, and Honorable Nation” menjadi pilihan tag line UIN Sunan Ampel. Dengan tal line itu jelas berusaha membangun ”brand” dengan kemasan yang ”manis”. ”Brand” dan kemasan ”manis ini di susun dengan semangat sebagai perguruan tinggi berbasis ilmu ilmu keislaman yang bisa memberikan fondasi pilar pembangunan bangsa yang saleh. Islamic Studies, yang telah melekat pada UIN Sunan Ampel, yang mengkaji nilai nilai keislaman tentunya sudah mengandung nilai moral yang holistik dan paripurna dan kondisi ini menjelaskan dari ”kemasan manis” dari sisi pious yang ditawarkan. Membangun bangsa yang smart dan honorable perlu struktur perencanaan yang komprehensi yang menyentuh setiap lini stakeholder. Selain para pengajar dan staf administrasi yang harus di ”cuci otak” namun juga pelibatan masyarakat sekitar dan komunitas international menjadikan misi ini bukan satu hal yang mudah. Untuk mewujudkan cita cita ini diperlukan kesinambungan sistem yang dikawal oleh para pucuk pengambil kebijakan di UIN (baca rektor terpilih dan penerus ).  Namun demikian  tulisan ini juga berusaha menerjemahkan asa yang mulai itu dalam beberapa langkah  guna menjadikan “Building Character Qualities: For the Smart, Pious, and Honorable Nation” menjadi sukses dalam membangun extension branding dari UIN Sunan Ampel

Terdapat tiga hal yang harus menjadi perhatian sebelum proses penginternationalisasian UIN Sunan Ampel. Pertama perlunya untuk meningkatkan standar kualifikasi calon mahasiswa dan calon staf baik staf administrasi maupun staf pengajar. Hal ini menjadi issue karena qualitas out put sangat tergantung pada input. Untuk itu diperlukan seleksi input yang lebih ketat dan lebih terstruktur baik bagi calon siswa maupun calon pengajar. Standar pengukurannya tidak hanya mengukur tingkat IQ dan pengetahuan agama, tetapi faktor-faktor penting lainnya seperti Emotional Intelligence, Kecerdasan Budaya atau Uji karakter. Sehingga kedepan apabila standar ini terpenuhi, maka input UIN Sunan Ampel baik itu dari sisi staf administrasi, pengajar ataupun calon mahasiswa yang direkrut memiliki karakteristik yang handal, specifik dan berkualitas tinggi. Kedua, diperlukan peningkatan kadar Pencapaian Akademik, baik oleh mahasiswa, Staf administrasi dan akademisi. Hal ini menjadi issue penting, dalam mendrive perubahan UIN  Sunan Ampel dengan Extended branding yang diciptakan tidak mungkin untuk membuang atau menyisihkan kondisi existing yang ada. Untuk itu diperlukan untuk mengembangkan kursus-desain keterampilan (Up grade kemampuan secara simultan), meningkatkan teknik dan methode penelitian yang relevan dan terstruktur. Review dan evaluasi jadwal studi semester yang lebih jelas dan lebih sistematis dengan penilaian formatif terartikulasikan dengan jelas. Ketiga adalah perlu dukungan dan support dari masyarakat. Sebagai upaya untuk menciptakan UIN  Sunan Ampel sebagai  Pusat Keunggulan dalam Pembangunan Masyarakat dan Pendidikan Berkelanjutan; tiada lain tiada bukan adalah dukungan masyarakat sangat dibutukan.

Setelah perbaikan sistem rekruitment, peningkatan kualitas existing resources dan support masyrarakat, tidak lah muluk muluk bila UIN  Sunan Ampel siap untuk Go Global.

Internationalisasi kampus ditandai dengan adanya empat hal, pertama adanya mahasiswa International atau lembaga International yang belajar atau menjadi Klien suatu kampus. Kedua adanya publikasi para civitas akademika kampus pada publikasi international. Ketiga, adanya tokoh tokoh akademisi kampus yang menjadi rujukan international. Keempat adanya support dari Organisasi International dalam kegiatan kampus dan akademisi yang dimiliki.

Untuk meningkatkan minat masyarakat international untuk belajar di UIN  Sunan Ampel, dapat dilakukan dengan mengenalkan in country program atau study abroad program. Yaitu suatu program yang ditawarkan kepada mahasiswa Luar negeri baik S1 atau S2 atau S3 yang memiliki minat untuk mempelajari isu isu sosial, politik budaya, pendidikan ekonomi Indonesia yang dibingkai dalam konteks Islamic Studie selama 3-6 Bulan di UIN  Sunan Ampel.  Inti program ini ada penawrkan tentang Keindonesian dan Keislaman sebagai satu cabang Ilmu yang diorganise UIN  Sunan Ampel.

Kedua, mendorong dan menfasilitasi civitas akademika UIN  Sunan Ampel untuk mempublikasikan karya karyanya pada publikasi International. Setelah up grade skill sebagaimana yang disyaratkan diatas, perlu dilakukan road map dan target publikasi yang akan dilakukan. Misalnya dibuat untuk satu tahun ditargetkan untuk melakukan publikasi International sebanyak 5 topik. Maka dapat dilakukan dengan keroyokan, dosen dosen yang memiliki minat yang ama di jadikan satu kelompik tuk menulis dengan tema tertentu. Ide menulis kelompok ini adalah sebagai upaya gotong royong baik dari sisi ide maupun untuk menopang biaya administrasi. Karena publikasi International ini tidak gratis. Syukur syukur bila dialokasikan pembiayaannyanya dari kampus atau mendapatkan sponsor. Masalah lain muncul, penerbitan jurnal atau publikasi International ini akan menjadi dominasi dosen dosen yang memiliki kemampuan berbahasa asing, bagaimana dengan mereka yang kemampuan bahasa asingnya kurang memadai namun memiliki ide brilian untuk dikembangkan dalam jurnal atau publikasi. Solusi yang mungkin bisa dipakai adalah dosen dosen atau staf yang kuat bahasa asingnya (khususnya Inggris-Arab) dikombinas sama kawan kawan yang kurang (2 kuat bahasa inggris/arab, 2 bahasa inggris/arab-nya biasa tapi memiliki minat pada bidang keilmuan yang sama), Setelah karya tulis tersebut berhasil disusun, maka perlu dilakukan peer review di lembaga penelitian atau pusat kajian, kemudian di Submit di Jurnal International. Dengan mekanisme ini dapat dipastikan  Jumlah terbitan International UIN Sunan Ampel akan melonjak. Ketika dua tahap ini dilalui otomotis akan muncul tawaran tawaran dari pihak International untuk meminta keahlian para akademisi UIN  Sunan Ampel pada proyek atau menjadi konsultan kegiatan International. Juga tidak menutup kemungkinan dipercayanya UIN  Sunan Ampel untuk mengoordinasi suatu event international oleh lembaga International misalkan Islamic Development Bank atau UNESCO untuk kepentingan dan program mereka di Indonesia.

Namun itu semua kembali kepada usaha bersama, kita bisa karena kita bersama sama, tanpa kebersamaan visi dan misi semua itu hanya mimpi belaka.

 

 

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data