Amanat Menag RI Pada Pembukaan PW PTK XIV Tahun 2018 di UIN Suska Riau

Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin - 04 May 2018

Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama Republik Indonesia

Sambutan ini disampaikan pada Pembukaan Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan XIV Tahun 2018 di UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru Riau yang digelar pada 3-10 April 2018.

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sungguh merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi saya dapat berdiri ditengah-tengah ribuan mahasiswa pramuka penegak pandega yang berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Se-Indonesia. Bahagia karena saya berhadapan dengan calon-calon pemimpin bangsa, yang kini sedang berproses secara dinamis di perguruan tinggi.  Dalam sebuah persemaian intelektual, kematangan mental, sosial dan spiritual.

Kakak-kakak dan adik pramuka yang berbahagia,

Kemarin tanggal 2 Mei kita memperingati hari pendidikan nasional, dan sebelumnya 1 Mei kita memperingati Hari Buruh Sedunia. Pagi ini di UIN Sultan Syarif Kasim Riau, kita semua berkumpul untuk menjadi bagian sejarah. Menyaksikan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan bertemu, berdialektika, berdialog, dan bersinersi menebarkan ilmu pengetahuan keterampilan dan pengalaman melaui sebuah proses pendidikan kepramukaan yaitu perkemahan wirakarya.

Tiga momentum tersebut sama-sama berorientasi pada ikhtiyar menyiapkan anak bangsa untuk hidup bermartabat, penuh kebahagiaan, dan kesejahteraan. Karena kita menyadari masa depan Indonesia di masa yang akan datang akan ditentukan oleh kualitas generasi muda saat ini. Kemampuan beradaptasi, daya juang, dan kapasitas sumber daya manusia menjadi taruhan. Maka, pendidikan menjadi kata kunci untuk menjawab tantangan yang kompleks ditengah persaingan global.

Gerakan pramuka, telah mengakar secara historis di bumi nusantara, sebagai wadah pembinaan generasi muda, reproduksi kepemimpinan dan menciptakan kader perubahan. Dapat dikatakan, sejarah gerakan pramuka adalah Sejarah Indonesia. Perubahan gerakan Pramuka adalah perubahan Indonesia itu sendiri.  Melalui gerakan pramuka, kita ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa negeri tercinta Indonesia adalah negeri yang aman dan damai. Tempat dari berbagai agama, suku, ras, dan golongan. Kain Nusantara yang diikat dengan tali Bhinneka Tunggal Ika harus tetap terjaga kokoh menjadi komitmen bersama.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Beberapa waktu lalu, BIN (Badan Intelegen Negara) memaparkan hasil penelitian yang dilakukan Badan Intelegen Negara pada tahun 2017. Hasilnya cukup mengkhawatirkan. Sekitar 39 persen mahasiswa di Indonesia, telah berpaham radikal dan Tiga Perguruan Tinggi dinyatakan terindikasi menjadi basis penyebaran faham radikalisme yang membahayakan itu. Saat ini, ketiga perguruan tinggi tersebut sedang dalam pengawasaan BIN.

 Data tersebut sejalan dengan munculnya gerakan trans nasional yang juga mulai merambah ke negara kita. Gerakan trans nasional mengusung ideologi Khilafah Islamiah dan faham radikal dalam berbagai bentuknya. Mereka berkeinginan mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi lain.

Kondisi itu telah menggerogoti bangunan nasionalisme yang telah ditancapkan oleh pendiri bangsa, Bangsa Indonesia. Sementara nilai-nilai luhur bangsa seperti kejujuran, kebersamaan, saling menghormati, kepekaan sosial, dan kemandirian, serta komitment perjuangan mulai memudar.

Kehadiran para mahasiswa yang tergabung dalam gerakan pramuka dalam event penyelenggaraan Perkemahan Wirakarya ini, bagi saya, adalah sebuah pembuktian bahwa kita bukan termasuk yang radikal. Dan perguruang tinggi keagamaan dibawah Kementerian Agama, bukanlah basis penyebaran faham radikal.

Saya yakin dan percaya, Keluarga besar Kementerian Agama khususnya civitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan, tidak ada satupn yang terlibat dalam kelompok radikal yang cenderung antipancasila dan NKRI. Karena sehak kelahirannya, khittah PTKI adalah Perguruan Tinggi yang mengusung faham dan ajaran yang senantiasa mengedepankan moderasi Islam, atau popular dengan sebutan Wasatiyah Islam.

Warisan intelektualisme yang menjadi dasar pengembangan PTKI adalah warisan para wali dan ulama yang mencintai Indonesia. Agama dan Negara bukan untuk dipertentangkan. Tetapi dipahami dan menjadi dasar Menciptakan peradaban yabg  diciptakan dengakak untuk menjadi aktpr prbtongcoengatusutamaan moderasibamag. Asah paham agam dan asuh ahakan uang waras tidak boleh untuk mengembangkan cinta kasih, mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan demi menciptakan peradaban yang dicita-citakan.

tidak berlebihan, jika kiranya melalui mimbar ini, saya ingin mengajak kakak-kakak dan adik-adik Pramuka, untuk menjadi aktor penting pengarusutamaan Moderasi Agama. Mari tebarkan budaya damai, sikap saling asah dalam memahami agama, dan saling asuh dalam memahami kehidupan. Untuk Indonesia yang lebih baik. Ajakan yang waras tidak boleh mengalah, saya kira menjadi keharusan bagi mahasiswa PTK dalam partisipasinya menjadi duta agama yang moderat.

Hadirin sekalian yang saya hormati!

Saya memberikan apresiasi, atas terselenggaranya PW PTK ke XIV Se Indonesia ini, yang digelar setiap dua tahun sekali. Melalui even ini, saya berharap, dapat menjadi washilah untuk memperteguh semangat persatuan dan kesatuan, memupuk nasionalisme, dan patriotisme. Serta menebarkan faham dan ajaran agama yang moderat. Nilai-nilai dan semangat nasionalisme yang religius akan dengan mudah terdesiminiasikan melalui wadah Gerakan Pramuka, yang selama ini diyakini memiliki sistem dan aturan yang mapan.

Nilai-nilai Ke-Pramukaan hendaknya mampu siral ditransfomasikan kedalam niali-nilai agama demikian pula tentu seballiknya. Dengan demikian, secara mutualistic terjadi dialog dan iteraksi antara Perguruan Tinggi Keagamaan dengan Gerakan Pramuka, sebagai ikhtiyar membangun karakter bangsa.

Selaku Menteri Agama, saa menganggap perlu untuk dilakukan revitalisasi Gerakan Pramuka di kalangan PTK kita. Agar langgam kegiatan Ke-Pramukaan tidak ketinggalan jaman. Namun tetap relevan dan sesuai dengan generasi millenial. Gerakan Pramuka harus menjadi ajang kreatifitas, inovasi, dan literasi untuk anak-anak muda jaman ini. Rancang bangun Kegiatan Ke-Pramukaan, harus mampu menjawab kebutuhan saat ini dan dan menjawab tantangan kehidupan generasi mendatang.

Program dan kegiatan Ke-Pramukaan haruslah mampu merespon perkembangan Information Technology yang ditandai dengan munculnya beragam media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, whatsapp, dan lain sebagainya. Kendatipun generasi millennial adalah penguasa dunia maya, namun tetap jangan sampai melupakan dunia nyata. Karena kita bukanlah manusia yang hidup di menara gading, tapi kita adalah makhluk yang kakinya berpijak diatas bumi.

Saya berharap, jerih payah kita menyiapkan perhelatan akbar Perkemahan Wirakarya ini bisa berdampak besar bagi perkembangan PTKI. PTKI harus menjadi tempat bersemainya pengarusutamaan Moderasi Agama, untuk mahasiswa generasi 4.0 atau biasa dikenal dengan revolusi industri.

Bagi Masyarakat Riau khususnya, bisa meningkatkan roda perekonomian, pengembangan wisata, budaya, dan pendidikan. Kepada para mahasiswa Peserta Perkemahan Wirakarya, saya berpesan, gunakan kesempatan perkemahan ini untuk saling berbagi, membangun kesepahaman, mengaji, dan mengkaji ilmu pengetahuan, melakukan riset, rihlah ilmiah serta meneguhkan komitmen pengabdian kepada masyarakat.

Kepada para Pimpinan Kontingen dan Pembina Pendamping Pramuka, saya berpesan, melalui kerjasama yang baik dengan Kwartir nasional, Kwarda, hingga Kwarcab, dampingilah adik-adik kita dengan baik. Melalui berbagai kegiatan Program Ke-Pramukaan yang menarik, dinamis dan menjawab problem-problem Ke-Pramukaan, Kemasyarakatan, dan Kemanusiaan.

Selamat Berkemah!

Satyaku kudarmakan. Darmaku kubaktikan!

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data