Retorika Teknologi dan Kekuasaan

Achmad Teguh Wibowo, MT - 12 May 2018

Buku A first look at communication theory  menyebutkan bahwa retorika adalah discovering all possible means of persuasion (Griffin, 2012). Sedangkan sumber lainnya tentang retorika adalah keterampilan berbahasa secara efektif, studi tentang pemakaian bahasa secara efektif dalam karang mengarang, keterampilan bahasa secara efektif atau seni berpidato yang bombastis. (KBBI).

Jika pengertian retorika dijelaskan diatas, lalu apa hubungan dari retorika sendiri dengan rekayasa teknologi. Perlu diketahui juga bahwa rekayasa teknologi sangat berkembang dengan pesatnya pada saat manusia memulai revolusi industri, dimana sekarang revolusi industri sudah mencapai tahap 4.0. Revolusi industry pertama hadir dalam konteks steam engine/mesin uap, revolusi industi kedua dimulai saat industry otomotif (general motor, ford, dll) mulai membuat line production. Revolusi industry ketiga dimulai dari otomasisi, dimana saat itu penggunaan komputer sudah sangat massive digunakan untuk mendukung bisnis. Sedangkan revolusi industri 4.0 yang saat ini terjadi dimulai dari revolusi internet, dimana internet digunakan hampir seluruh aspek kehidupan saat ini, bahasa familiar yang kita sering dengar adalah internet of thing (IoT).

IoT telah merubah manusia dari hal yang sederhana sampai hal yang rumit. Dapat kita banyangkan saat ini apa yang terjadi jika jaringan internet seluruh dunia putus. Dari mulai kita tidak bisa membuka media sosial sampai transaksi perbankan akan mengalami kendala yang dampaknya bisa sangat merugikan. Kita masih ingat salah satu  skandal dugaan kebocoran data facebook yang melibatkan perusahaan data Inggris, Cambridge Analytica. Dimana ceo facebook mengeluarkan statement  “jelas, kami tidak cukup melakukan pencegahan hingga digunakan untuk hal berbahaya. Ini juga untuk berita palsu, campur tangan asing dalam pemilihan umum, dan ujaran kebencian, serta pengembang dan privasi data”.

Tampak jelas sekali beberapa contoh rekayasa teknologi dijaman revolusi industri 4.0 yang disebutkan diatas apabila salah penggunaan ataupun salah pemanfaatan akan berdampak buruk bagi masyarakat, bangsa dan negara. Penggunaan dan pemanfaatan teknologi khusunya teknologi berbasis internet inilah yang menjadi kunci kesuksesan suatu organisasi. Kita tahu untuk menggunakan dan memanfaatkan teknologi dibutuhkan modal yang tidak murah. Dimulai dari menyiapkan mesin sampai ke sumber daya manusia yang ahlidalam bidang teknologi. Tahap berikutnya kita juga perlu mengarahkan para ahli-ahli teknologi tersebut untuk bekerja secara professional dan berkomitmen untuk memajukan organisasi. Apa gunanya jika organisasi memiliki ahli-ahli teknologi akan tetapi teknologi yang diimplementasikan hanya bisa dioperasikan oleh dirinya sendiri. Kita bisa analogikan jika kita memiliki motor dan suatu hari motor kita mogok sedangkan satu-satunya mekanik yang bisa memperbaikinya meninggal dunia kita bisa bayangkan apa yang terjadi dengan motor kita. Begitupun juga dengan mekanik motor tersebut alangkah bijaknya jika rekayasa teknologi yang dikuasainya diajarkan ke seseorang yang dapat dipercaya. Sehingga apabilan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bisnis suatu organisasi tetap akan berjalan.

Kenyataan saat ini tidaklah seideal yang dituliskan. Banyak sekali raja-raja kecil yang tidak ingin/suka berbagi, sehingga secara tidak langsung mereka merasa menjadi orang yang dibutuhkan dan menggunkan daya tawar tersebut untuk mencapai tujuan pribadinya. Banyak sekali retorika yang digunakan dari mulai menganggap orang lain belum siap, sampai membuat retorika bahwa pekerjaannya adalah pekerjaan yang paling berat sehingga secara psikologi, orang akan malas/takut untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.

Selain itu saat ini secara sadar ataupun tidak sadar penggunaan IoT sering digunakan untuk membuat citra diri menjadi bagus dimata masyarakat, banyak sekali penceramah, artis dll bisa sangat terkenal karena menggunakan youtube dan media lainnya untuk mempromosikan diri. Lalu apakah dilarang kita memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan diri?. Kita sah-sah saja memanfaatkan teknologi untuk kepentingan kita akan tetapi pemanfaatan ini dalam koridor yang tepat. Kita sah-sah saja memanfaatkan youtube, facebook, instagram dll  untuk membentuk citra diri, karena youtube, facebook, instagram dll tersebut dibuat untuk mewadahi kreatifas kita selama tidak melanggar hukum dan norma yang berlaku di masyarakat. Yang tidak boleh dan tidak pantas dilakukan adalah kita meretorika teknologi serta mengunci semua teknologi yang digunakan untuk mendukung bisnis organisasi tersebut hanya untuk kepentingan pribadi yaitu mengejar HARTA dan TAHTA.

Wallahu A'lam Bisshawab 

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data