LAILATUL QADAR (LQ)

Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag - 06 Jun 2018

LAILATUL QADAR (LQ)

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag

Gubes UINSA, Trainer/Penulis buku Terapi Shalat Bahagia

www.terapishalatbahagia.net / malzis@yahoo.com

 

Berdasar macam-macam arti al qadar dalam Al Qur’an, maka LQ adalah: (1) malam keagungan, yaitu malam turunnya ayat-ayat Al Qur’an untuk pedoman hidup   (QS. Az Zumar [39]:67), (2) malam penentuan, yaitu malam ditetapkannya nilai benar dan salah (QS. Ad Dukhan [44]:3-5), dan (3) malam yang sempit, yaitu malam turunnya semua malaikat dengan pimpinan Malaikat Jibril, sehingga bumi terasa sesak (QS. Ar Ra’d *13+:26; QS. Al Qadar *97+:4). Ketiga pengertian di atas saling terkait.

B.    Turunnya Al Qur’an

QS. Al Anfal [8]:41 menjelaskan kemenangan Islam pada perang Badar 17 Ramadan 02 H, dan turunnya Al Qur’an pada tanggal yang sama 15 tahun sebelumnya. Itulah malam berkah (lailatun mubarakah) (QS. Ad Dukhan [44]:3-5) atau malam bahagia (salam) (QS. Al Qadar [97]:4). Jibril

menemui Nabi SAW dua kali dengan rupa aslinya, yaitu dalam Gua Hira untuk menerima wahyu dan di Sidratil Muntaha untuk Israk Mikraj. Ia menemui Nabi SAW dua kali juga dengan wajah manusia biasa. Selebihnya (23 tahun), Jibril datang melalui alam metafisik.

C.   Nilai Keutamaan LQ

LQ hanya turun pada bulan Ramadan, yaitu (1) tangal 17 Ramadan, saat turunnya Al Qur’an

pertama kali dengan nilai kemuliaan 1.000 bulan (83 tahun), dan ini hanya terjadi sekali, (2) LQ dengan kemuliaan yang sama, yang diturunkan pada salah satu malam pada 10 hari terakhir Ramadan setiap tahun. Inilah LQ yang dianjurkan Nabi SAW untuk memaksimalkan ibadah di dalamnya, dan ini pula yang dipraktikkan muslim di berbagai negara.

D.   Tanda-tanda LQ

Tanda-tanda LQ antara lain, matahari terbit pagi harinya dengan cahaya putih tanpa sinar terang (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Turmudzi dari Ubay bin Ka’ab r.a). Tapi, tanda paling jelas adalah salam yaitu perasaan bahagia pada seseorang (QS. Al Qadar [97]:5), dan ini hanya diraih oleh orang yang benar-benar mempersiapkan jiwa untuk menyambutnya.

E.   Waktu LQ

Di antara 45 pendapat tentang waktu LQ, yang paling populer adalah malam-malam ganjil 10

hari terakhir (QS. Al Fajr [89]:2), dan pendapat ulama terbanyak dan terkuat adalah malam 27

Ramadan, berdasar sabda Nabi SAW, “Barangsiapa mencari LQ, maka carilah pada malam 27

Ramadan” (HR. Ahmad dari Ibnu Umar ra).

F.    Durasi LQ

LQ berlangsung semalam penuh (QS. Al Qadar [97]:5). Maka, setiap muslim yang melakukan kebaikan sekecil apapun, misalnya hanya shalat maghrib dan isyak, akan mendapat kemuliaan LQ. Semakin banyak kebaikan yang kita lakukan, semakin besar pula lipatan nilainya. LQ merupakan anugerah Allah untuk menjadikan umat Nabi SAW mengungguli kemuliaan umat sebelumnya, meskpiun usia mereka jauh lebih panjang, dan inilah rahmat Allah yang benar-

benar menyelamatkan muslim dari siksa Allah.

G.   Doa-doa LQ

Silakan berdoa apa saja, sebab LQ malam istimewa. Tapi, doa terbanyak sebaiknya doa mohon ampunan, sebagaimana petunjuk Nabi SAW, “Bacalah allahumma innaka  ‘ af uw wun,  tu hi bbul

afwa  f a’ f u  ‘ a nni i  (wahai Allah, sungguh Engkau amat suka mengampuni, maka ampunilah aku)”

(HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Turmudzi dari Aisyah ra).

Surabaya, 1/6/18

 

Referensi: (1) Al Hilali, Muhammad Taqi-ud-Din Al Hilaly (Berlin), The Noble Qur’an, Darussalam, Riyadh, Saudi Arabia, (2) Al Jamshy, Mohamad Hasan, Al Qur’anul Karim, Tafsir wa Bayan , Darur Rasyid, Beirut, (3) Hamka, Tafsir Al Azhar, juz 30, Pustaka Panjimas, Jakarta, 1985, p.202, (4) Qureish Shihab, M, Tafsir Al Misbah, Penerbit Lentera Hati, Jakarta, 2012, p.536, (5) As- Sayyid Sabiq, Fiqh As Sunnah, (Fikih Sunnah), Jilid III, terj. Mahyuddin Syaf, Penerbit Al Maa’rif, Bandung, 1995, cet. XIV. P. 239, (6) As Sayyid Al Imam Muhammad bin Ismail Al kahlani, As Shan’any, Subulus Salam, juz 2, Penerbit Sulaiman mar’iy, Singapore, 1960, p. 174, (7) As Shiddiqy, Hasby, Prof, Sejarah dan Pengantar Ilmu Al Qur’an, p. 4, (8 ) Haddad, Imam Habib Abdullah, Al Nashaihud Diniyyah Wal Washaya Al Imaniyah, CV. Toha Putra, Semarang, 1993, p. 181 (9) Muhammad Hasan bin Muhammad Hasan, Ismail As Syafi’i, Lailatul Qadar, Fadhluha Wa Tsawaabul ‘Amali Fiihaa Wa Iltimaasuhaa, Kairo, tt, (10) At Thanthaawi, Tafsiirul Wasiith, Kairo, 1997.

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data