PEDOMAN ZAKAT

Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag - 06 Jun 2018

PEDOMAN ZAKAT

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag

Gubes UINSA, Trainer/Penulis buku Terapi Shalat Bahagia

www.terapishalatbahagia.net / malzis@yahoo.com

 

A.Arti Zakat

Secara bahasa, zakat artinya kebersihan, pertumbuhan dan keberkahan. Secara istilah: pemberian harta dengan ketentuan tertentu untuk orang dengan ketentuan tertentu pula. Sedangkan infak tanpa ketentuan tersebut. Sedekah hampir sama dengan infak, hanya saja sedekah bisa berupa materi dan non-materi, misalnya doa, senyum, zikir dan sebagainya.

B.Perintah Zakat

Perintah: QS At Taubah [9]: 103, 71, ancaman: QS. At Taubah [9]: 34-35 dan hadis-hadis yang enyebutkan, harta yang tidak dizakati akan menginjak-injak atau menanduk-nanduk pemiliknya, atau berupa ular yang menerkam dan melilitnya. Dalam Al Qur’an, zakat disebut setelah perintah salat sebanyak 82 kali. Perintah zakat turun di Madinah (2 H), sedangkan ketika di Mekah, perintah zakat hanya sukarela dan tanpa ketentuan yang rinci.

C.Pembayar Zakat

(1) muslim (2) merdeka, tidak budak (3) pemilik harta secara penuh, bukan sedang dihutang, disita, dan sebagainya, dan sudah satu nisab, yaitu setelah dikurangi biaya operasional, kebutuhan hidup keluarga menurut ukuran kebutuhan orang pada umumnya, bukan ukuran orang kaya, dan sudah setahun berdasar hitungan tahun hijriyah (354 hari), kecuali hasil pertanian (QS. Al An’am [6]:141). Menurut Ibnu Abbas dan Ibnu Umar, zakat pertanian dikurangi biaya produksi, bahkan menurut Ibnu Hazm juga dikurangi biaya hidup. Penyewa sawah wajib membayar zakat hasil pertanian, bukan pemilik sawah

D.Jenis, Nisab, dan Besaran Zakat

1. Emas: 85 gr, zakatnya 2,5% pertahun

2. Perak: 595 gr, zakatnya 2,5% pertahun

3. Pertanian biji dan buah: 750 kg beras atau 1.350 kg gabah, zakatnya 5% (dengan irigasi) atau 10% (non irigasi) setiap panen, bukan pertahun.

4. Profesi (QS. Al Baqarah [2]:267, 195; QS. Adz Dzaariyaat [51]:19; QS. Al Hadiid [57]:7) disamakan dengan emas. Tapi, jika Anda meyakini profesi sama dengan pertanian, maka zakatnya 5 % setiap menerimanya, tanpa menunggu setahun. 

5. Perdagangan, uang simpanan, bonus, komisi, maskawin, hasil persewaan rumah disamakan dengan emas (QS. Al Baqarah [2]:267), zakatnya 2,5% pertahun. Peternakan kuda, unggas dan sebagainya termasuk dalam hal ini.  

6. Hasil usaha pertambangan (ma’adin) seperti perak, tembaga, sulfur dan sebagainya sama dengan emas, zakatnya 2.5% pertahun, sedangkan tambang hasil temuan (rikaz): 20% setiap kali hasil, tanpa menunggu setahun. 

7. Ternak: (a) 5 unta, zakatnya 1 ekor kambing (b) 30 sapi/kerbau, zakatnya 1 ekor sapi (c) 40 kambing, zakatnya 1 ekor kambing.

8. Jiwa atau disebut zakat fitrah sebanyak 2,5 kg beras atau 3.5 liter atau uang yang senilai dengannya, wajib bagi orang yang hidup pada malam terakhir Ramadan, termasuk bayi yang baru lahir. Pembayaran bisa dilakukan mulai 01 Ramadan sampai 01 Syawal sebelum shalat idul fitri.

E.Harta Non-Wajib Zakat

(1) perhiasan yang dipakai (2) harta untuk kebutuhan atau operasional hidup sehari-hari (3) aset dan

alat-alat produksi serta biaya pengelolaan dan pemeliharaannya.

F.Penerima Zakat

Delapan orang, yaitu (1) fakir (2)  miskin (3) amil  (4) mualaf (5) budak untuk dimerdekakan (6) orang yang berhutang (7) sabilillah, dan (8) orang dalam perjalanan (QS. At Taubah [9]:60). Tidak harus semua mereka menerimanya, sebagian sudah cukup, baik mereka di dalam atau di luar daerah pemberi zakat. Zakat boleh dirupakan barang lain yang seharga dengan zakat, asalkan dengan alasan yang syar’i, atau benar-benar dibutuhkan. Beberapa penjelasan:

(a) amil zakat adalah orang atau lembaga yang ditunjuk pemerintah dengan tugas memungut, menyimpan, mengurus administrasi dan menyalurkannya, (b) mualaf adalah muslim yang sudah kuat imannya, namun dengan zakat yang diterima diharapkan dapat meningkatkan semangat, pengaruh dan kredibilitas di tengah komunitasnya dalam perjuangan dakwah. Atau orang yang baru masuk Islam dan memerlukan perhatian khusus dari umat Islam. Atau orang kafir yang sedang tertarik masuk Islam. Atau juga orang kafir yang kejam kepada orang Islam, dan diharapkan dengan zakat tersebut dapat mengurangi kekejamannya, (c) orang yang terlilit hutang sedangkan aset atau potensi ekonominya tidak memungkinkan lagi untuk membayarnya, (d) sabilillah adalah tentara perang yang tidak memperoleh gaji. Menurut Moh. Abduh, termasuk dalam kelompok ini adalah semua kepentingan publik seperti rumah sakit, lembaga pendidikan, dan guru-guru pengajarnya.

Berikut ini boleh menerima zakat, yaitu non-muslim yang berbaik hati dengan umat Islam, suami miskin dari zakat istrinya, orang yang kekurangan biaya haji, saudara kandung atau ipar, paman dan sebagainya. Sedangkan yang tidak boleh menerimanya: orang yang wajib dibiayai hidupnya (yaitu ayah, ibu, anak, istri), orang kaya, dan orang yang sudah menjadi tanggungannya, keturunan Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib, yaitu keluarga atau keturunan Nabi SAW.

G.Lain-lain

(1) Negara berhak mengambil paksa zakat orang yang membangkang dan menentukan denda. Imam Hanbali dan Syafii menentukan denda separoh hartanya, (2) harta waris yang sudah senisab hanya boleh diwaris setelah dibayar zakatnya dan sudah dipergunakan membayar hutang si mayit, (3) waktu pembayaran zakat harus segera, kecuali ada alasan syar’i. Jika ditunda, lalu harta zakat itu rusak atau hilang, maka ia wajib mengganti, (4) Menurut Imam Syafii, Ahmad dan Abu Hanifah, zakat boleh diangsur atau didahulukan sebelum setahun. Misalnya, dengan mengambil 2.5% dari setiap penghasilannya, sehingga tidak memberatkannya pada akhir tahun, (5) pembayar zakat harus berniat zakat, walaupun tidak diucapkan, sedangkan penerimanya dianjurkan berdoa, Allahumma shalli ’ala (sebut nama pembayar zakat) wabaarik fiih (wahai Allah, limpahkan karunia untuk pembayar zakat ini (sebut namanya), dan berkahilah hidupnya) (QS At Taubah [9]:103), (6) harta negara, yayasan dan sebagainya tidak wajib dizakati (6) zakat telah diatur dalam UU No. 23/2011.

Surabaya 03/06/2018

 

Referensi: (1) As Shiddiqi, Hasbi, Pedoman Zakat, Bulan Bintang, Jakarta, 1953, (2) Ihya Ulumiddin, KHM, Ikhtisar Risalah Zakat, Limou de Press, Surabaya, 1998, (3) Sayid Sabiq, Fiqhus Sunnah, Al Ma’arif, Bandung, 1996, (4) Sahri Muhammd, Zakat dan Infak, Al Ikhlas, Surabaya, 1982.

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data