SAMBUTAN DIRJEN PENDIS, AICIS KE-18 di IAIN Palu

Prof. Dr.Phil., Kamaruddin Amin, MA - 18 Sep 2018

 

Assalamu 'alaikum warahmatullah wa barakatuh

Salam sejahtera untuk kita sampaikan,

Yth Menteri Agam RI

Yth Gubernur Sulawesi Tengah,

Yang Mulia para Duta Besar negara sahabat.

Yth Kapolda Bandar Sulawesi Tengah

Yth Seluruh Pejabat Eselon Satu Kemenag RI, (Sekjen Kemenag, Dirjen Pendis, Inspektur Jenderal, Staf Ahli Menteri Agama berserta Stafsus).

Yth Rektor IAIN Palu Prof. Dr. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd dan para Rektor dan ketua di lingkungan PTKIN

Yth seluruh unsur Muspida Sulawesi Tengah

Yth Walikota Palu

Yth para Narasumber, Dalam dan Luar Negeri

Yth Para Direktur Program Pascasarjana se- Indonesia

Yth para Guru Besar di lingkuingan PTKI

Yth para SC dan OC berserta presenter makalah AICIS

Yth tamu undangan yang berbahagia.

Alhamdulilah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt, karena atas karunia dan limpahan Rahmat-Nyalah, sehingga kita bisa hadir pada acara pembukaan AICIS ke- 18 di IAIN Palu.

Salam sejahtera kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Agung, Muhammad shalla Allah 'alaih wa sallama, para sahabat, dan keluarga beliau hingga akhir zaman. Semoga kita semua mampu merealisasikan ajaran Islam Rahmatan lil Alamin tegak di bumi ini, amin yra.

Bapak Menteri, Bapak Gubernur yang saya hormati, serta Hadirin yang saya berbahagia,

Izinkan pada kesempatan ini, saya menyampaikan rasa syukur atas atas penyelenggaraan AICIS ke-18 di IAIN Palu ini. Perlu kami laporkan kepada Bapak Menteri bahwa IAIN Palu ini sangatlah agresif dan sekaligus telah sangat bersabar untuk menjadi tuan rumah AICIS ke-18. Seharusnya pada tahun 2017, IAIN Palu menjadi tuan rumah AICIS setelah sebelumnya presentasi pada tahun 2016 dan berhasil meyakinkan kami untuk memilih IAIN Palu untuk menjadi tuan rumah setelah mengalahkan diantara beberapa kandidat lainnya. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada IAIN Palu atas kesabarannya menjadi tuan rumah, karena pada tahun 2017, AICIS diselenggarakan di Jakarta bersamaan dengan Pendis Expo saat itu.

Oleh karena itu, kesiapan AICIS di IAIN Palu sebetulnya sudah disiapkan jauh-jauh sebelumnya oleh karena itu saya berharap agar hajat “tahunan” yang telah menjadi “Ikon” bagi civitas akademika PTKI ini, bahkan dunia akan berjalan dengan lancar tanpa ada halangan dan rintangan yang berarti.

Hadirin yang berbahagia,

Bangsa Indonesia merupakan Negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia dan merupakan Negara demokratis terbesar di Asia Tenggara dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah ruah. Tidaklah mengherankan kalau bangsa kita, Indonesia ini sering disebut sebagai,-- the lucky country—atau bangsa yang beruntung karena aneka ragam sumber daya alam, serta budaya yang dimilikinya. Bagi Kementerian Agama, khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam salah satu wujud mensyukuri nikmat tersebut adalah dengan ikut berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat menjadikan bangsa ini tidak saja the lucky country akan tetapi competitive country.

Untuk mewujudkan bangsa yang kompetitif, di setiap presentasi program kerja Pendis, saya berkali-kali meminta untuk kembali mengutamakan mutu dan kualitas. Dampak dari pendekatan mutu atas penyelenggaraan pendidikan Islam di lingkungan Ditjen Pendis ini adalah Pendidikan Islam yang dulu “dikesankan” terbelakang dan tertinggal, kini tampil beda, bahkan telah menjadi pilihan utama setelah mengalami inovasi serta transformasi kelembagaan mencapai mutu yang diakui secara nasional dan International. Madrasah tidak saja kini menjadi pilihan masyarakat, akan tetapi rebutan bagi masyarakat. Begitupula, Pendidikan Tinggi Islam kini sebagian telah menjadi destinasi utama bagi masyarakat kita.

Lalu apa kaitannya dengan AICIS tahun 2018 ini? Saya mengingikan bahwa kegiatan AICIS selanjutnya menjadi “rebutan”, para akademisi. Bahkan saya membayangkan sebagaimana konferensi besar yang terjadi di luar negeri, AICIS adalah kebutuhan bagi para akademisi untuk mempresentasikan hasil temuan-temuan terbarunya. Karena mereka yang butuh, maka merekapun harus mengeluarkan dana untuk datang ke AICIS. Saat ini, mungkin sebagian selected paper melalui panel masih didanai oleh panitia, mungkin ke depan karena mutu dan kualitas AICIS yang sudah semakin membaik, maka peserta boleh jadi harus indent papernya untuk bisa ikut dipresentasikan di forum AICIS.

Hadirin yang berbahagia,

Dulu saat saya terlibat dalam AICIS, bahkan jauh sebelumnya saat itu masih bernama Annual Conference Program Pascasarjana,-- dibahas Current trends of Islamic Studies in Indonesia,-- saya sempat mengedit hasil konfrensi tersebut dan sebagaimana kita saksikan saat ini bahwa yang dikaji pada AICIS kali ini adalah isu global, dan “mendunia” sebagaimana harapan kita kedepan bahwa AICIS akan semakin maju menjadi barometer perkembangan kajian ilmu-ilmu ke-Islaman yang non-dikotomik sesuai dengan tema AICIS ke-18 di IAIN Palu, yakni Islam in a Globalizing world; Text, Knowledge and Practices. Dihadiri peserta dan narasumber dari berbagai dunia dan dengan sistem panel ini ada sekitar 261 paper yang akan dipresentasikan.

Melalui tema tersebut diatas, AICIS tahun 2018 ini ingin menegaskan pentingnya perguruan tinggi untuk merespon isu-isu kekinian. Mengutip James Arvanitakis dan David (2016) ‘Universities, the Citizen Scholar and the Future of Higher Education” Pendidikan (Islam) diharapkan untuk selalu relevant dengan tantangan kekinian serta mampu menampung kebutuhan masyarakat pada zamannya agar survive dan menjadi pemenang”.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras untuk mensukseskan acara ini. Saya tahu betul bahwa kegiatan AICIS ini merupakan pekerjaan besar yang menyedot energi dan fikiran, namun pada akhirnya akan membiasakan tuan rumah untuk bekerja untuk event-event Internasional, dan sebuah pengalaman menjadi tuan rumah yang tentu saja menunggu antrian yang lama dari 58 PTKIN.

Selanjutnya mohon perkenan kepada Bapak Menteri Agama RI untuk membuka secara resmi acara AICIS ini. Demikian, sambutan saya ini dan terima kasih.

Wa allahu Muwafiq Ilaa Aqwamithoriq

Wassalam,

Kamaruddin Amin

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data