JALAN SUFI DI ERA TEKNOLOGI SAAT INI

Achmad Teguh Wibowo, MT - 25 Oct 2018

Kehidupan manusia saat ini sudah sangat berbeda dengan cara hidup manusia 5 – 15 abad yang lalu, perkembangan teknologi saat ini merubah segala cara manusia dari mulai berinteraksi sampai gaya hidup yang gemerlap atau hedonis. Perubahan perilaku inilah yang membuat pesimis terhadap upaya mengambil jalan kesufian yang mistik, sepi, dan anti hedonisme. Saat ini kita lebih sering duduk didepan komputer atau berjalan-jalan di mall dari pada melakukan ziarah ke makam-makam kramat atau menyepi ditempat yang gelap dan pengap.

Dalam sejarah mistik islam, seorang sufi adalah dia yang menempuh(suluk) jalan Allah, berakhlak tinggi, berjiwa cemerlang dan bijaksana( Pendapat al-Ghazali yang dikutip dalam Abu al-Wafa at-Taftazani), golongan ini, berdasarkan sejarah selalu tampak sebagai ahli ibadah, suka menyepi dan bersemedi di tempat-tempat terpencil, serta menjahui hal-hal yang bersifat duniawi yang dipandang akan membuat mereka jauh dari Allah(Haeri F, 2000).

Diakui atau tidak, saat ini seorang sufi dipandang aneh oleh lingkungan sekitar karena jalan sufi selalu terlihat berbeda dan berbanding terbalik dengan trend yang berkembang di masyarakat saat ini. Dari cara pakaian, makanan serta isi pembicaraan yang selalu tidak jauh dari urusan ketuhanan/ukhrawi. Kita mempercayai bahwa jalan sufi adalah jalan yang sangat mulia, tetapi di sisi lain kita harus jujur bahwa perkembangan teknologi saat ini membuat dunia tampak gemerlap dan sangat sayang untuk dilewatkan(Haukil, 2013).

Teknologi internet, perekonomian kapitalisme, dan menguatnya peran negara dalam kehidupan masyarakat telah mengeser prakti-prakti ajaran kebatinan. Sufi sebagai praktik hidup tidak pernah kehilangan relevansi dengan kehidupan saat ini, dunia modern memang telah menyelubungi seluruh aspek kehidupan manusia, akan tetapi tidak menghentikan upaya-upaya sebagian orang untuk berinteraksi dalam kehidupan spiritual(http://opini.harianjogja.com, 2018).

Manusia diciptakan dengan dua unsur, yaitu materi dan immateri. Hukum islam dalam hal ini fiqh, adalah ilmu yang berkaitan dengan sesuatu yang Nampak dan eksoteris. Sementara tasawwuf merupakan ilmu yang berkaitan dengan sesuatu yang tak tampak pada diri manusia. Kondisi lahir tidak selalu mewakili rohani, oleh karenanya tidak heran bila ajaran tasawwuf seringkal berseberangan dengan prinsip-prinsip fiqh, seperti contoh dengan seorang wanita dengan pakaian tanktop, dengan kain ketat dan membentuk lekuk tubuh dalam pandangan fiqh bisa jadi haram sebab hal tersebut amat menggoda imam dan membawa lebih banyak mudharat bagi wanita ataupun laki-laki yang melihatnya. Sikap yang sama sekali berbeda ditunjukkan oleh orang-orang sufi, bagi penempuh jalan sufi seorang perempuan modis dengan pakaian tanktop-nya belum tentu buruk, mereka akan lebih melihat dan masuk lebih dalam ke lubuk hatinya. Bentuk lahir, bungkus, atau pakaian bukanlah soal penting bagi para sufi, yang terpenting adalah apa yang ada di kedalaman hatinya. Jubah maupun cadar bukanlah jaminan cahaya ilahi masuk ke hati seseorang, semuanya bergantung pada pribadi masing-masing sejauh mana ia menangkap spirit sufi(Haukil, 2013).

Maka dari itu saat ini para penempuh jalan sufi tidak bisa lagi di deteksi melalui cara berpakaian ataupun kemampuan menggunakan teknologi informasi. Sadar ataupun tidak sadar saat ini kita bisa saja melihat seorang sufi mengunakan baju KORPRI sambil menyetir mobil MITSUBISHI dan memanfaatkan WIFI untuk memperdalam ilmu menggunakan handphone XIAOMI sambil bekerja dengan komputer iMac MINI ditemani seporsi ayam KFC dan segelas minuman bermerk PEPSI. Sekarang tinggal bagaimana kita bisa menerima kenyataan seperti ini.

Wallahu A'lam Bisshawab

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data