WORKSHOP BRANDING SYARIAH PTKIN DIGELAR DI UIN SUKA

- 10 Apr 2018


UINSA Newsroom, Selasa (10/04/2018); UIN Sunan Ampel Surabaya menjadi salah satu peserta dalam Workshop dengan tema, ‘Membangun Branding Syariah PTKIN’ yang terselenggara atas Kerjasama Biro Humas, Data, dan Informasi Sekretariat Jenderal Kemenag RI dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Digelar selama empat hari mulai Selasa-Jumat, 10-13 April 2018 di Hall Hotel Cavinton, Ngampilan Yogyakarta. Dihadiri sekitar 70 perwakilan humas dari PTKIN seluruh Indonesia, workshop ini digelar dengan tujuan meningkatkan kualitas perencanaan dan integrated branding antar PTKIN.

Branding sering dihindari karena sebagian besar Umat Islam itu ewuh pakewuh (segan). Menganggap kalau promosi nanti takut dibilang takabbur (sombong),” ujar Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, Ph.D., Rektor UIN Suka Yogyakarta dalam sambutan pembukaan kegiatan. Didampingi Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kelembagaan UIN Suka, Dr. Waryono, M.Ag. dan Katua Panitia Kegiatan, Dr. Moch. Shodiq, yang juga merupakan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Suka.

Padahal, sebagaimana dijelaskan Prof. Yudian, branding menjadi syarat utama sebuah lembaga agar bisa survive. Sebab, Branding yang tepat akan menjadikan sebuah lembaga dikenal, selanjutnya diakui kredibilitasnya. “Di dunia ini berlaku hukum positif-negatif sekaligus bagi setiap orang. Tugas kita adalah mengoptimalkan potensi positif untuk mengurangi yang negatif. Kampus harus mampu merumuskan branding yang tepat,” tegas Prof. Yudian.

Lebih lanjut dijelaskan Andika Dwijatmiko, CEO Syafa’at Marcomm dalam sesi materi pertama, bahwa Branding berawal dari sebuah ide. Tanpa adanya ide, Andika menegaskan, seseorang tidak akan mampu melakukan apapun. “Jangan pegang hp, jika tidak ada ide. Jangan berada di depan komputer, jika belum punya ide. Karena hanya akan memperlama proses,” ujar Andika menganalogikan.

Pada kesempatan tersebut, Andika juga menjelaskan secara rinci gambaran tentang pentingnya membentuk sebuah branding. Terutama di era digital, dimana seseorang tidak cukup hanya mampu berbuat sesuatu atau menciptakan hal baru. Mereka yang bertahan adalah yang mampu menciptakan reputasi di tengah persaingan yang semakin ketat. “Bahkan jika kelemahan kita begitu banyak, kita tidak perlu memikirkan hal itu. Fokus saja pada potensi yang kita miliki,” ujar Andika penuh motivasi kala mengawali sesi materi.

Berbagai contoh merek dagang produk-produk terkenal dunia yang dicontohkan Andika dalam slide, menjadi gambaran pentingnya sebuah Branding, yang bahkan tanpa kata mampu menciptakan market share. Branding it’s not what you say it is. It’s what they say it is, (Branding bukanlah apa yang anda katakan tentang sesuatu. Itu adalah apa yang mereka katakan tentang sesuatu itu)terang Andika yang menegaskan bahwa branding itu bukan sekedar logo, slogan, merek, bahkan produk. Menurut Andika, branding lebih pada reputasi sebuah produk yang melahirkan loyalitas konsumen. (Nur/Humas)

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data