UINSA BENTUK KERJASAMA INTERNASIONAL DENGAN FPKI UNISZA TRENGGANU MALAYSIA

- 12 Apr 2018

UINSA Newsroom, Kamis (12/04/2018); UIN Sunan Ampel Surabaya kembali berkolaborasi dengan Universitas Zainal Abidin (UNISZA) Trengganu Malaysia. Setelah sebelumnya kerjasama pertukaran pelajar dengan  Fakultas Ushuludin dan Filsafat, kini giliran Fakultas Pengajian Kontemporari Islam (FPKI) UNISZA pada temuan penelitian pascasarjana.  Acara tersebut diikuti para mahasiswa pascasarjana, pejabat Universitas, serta tamu undangan dari UNISZA Malaysia.

Mengawali acara, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. H. M. Syamsul Huda, M.Fil.I memberikan sambutan. Menurut Dr. Syamsul Huda, sebuah kemitraan dibentuk berdasarkan kesamaan ambisi dari masing-masing pihak. Karenanya, dalam sebuah kemitraan masing-masing pihak harus saling memberikan kontribusi dan menguatkan. “Gerakan ini memberikan kesadaran bahwa masing-masing pihak mempunyai kekuatan. Seperti dua perguruan tinggi UINSA dan UNISZA yang saling menguatkan satu sama lain,”tuturnya.

Dr. Syamsul Huda juga menuturkan, bahwa dalam kemitraan ini ada tiga garapan bersama, diantaranya pembentukan kompetensi, karakter, dan produk. “Setiap Perguruan Tinggi harus mempunyai produk yang mampu melakukan perubahan yang lebih baik di masyarakat,” tuturnya di akhir sambutan.

Selanjutnya pembicara pertama yakni Direktur Pascasarjana UINSA, Prof. Husein Aziz, M. Ag menjelaskan tentang Integrasi Keilmuan dalam Islam. Prof. Husein menyebutkan, bahwa ada tiga integrasi ilmu menurut Al-qur’an, yakni wahyu, akal, dan indera. “Wahyu adalah Arahan Ilahia supaya ilmu tidak menyimpang dari tujuannya,” jelasnya.

Prof. Husein juga menambahkan, bahwa Keilmuan Islam tidak berkembang lantaran masih berpacu pada kamus masa lalu. “Harusnya ilmu alam, sosial, dan Al-Qur’an yang terkini itu yang diajarkan. Sehingga perkembangan keilmuan islam dapat sesuai dengan tuntutan zaman,” terangnya.

Dilanjutkan pada pembicara kedua yakni Profesor Fakultas Pengajian Kontemporari Islam UNISZA, Prof. Kamarul Shukri Mat Teh PhD. menjelaskan tentang tonggak Pendidikan Islam dalam atmosfir pendidikan 4.0. sebagai hasil dari industri revolusi 4.0. Sementara Industri revolusi 4.0 merupakan revolusi yang menghubungkan dua teknologi, yakni teknologi maklumat dan teknologi operasional.

Prof. Kamarul menyebutkan, bahwa ada empat tonggak Pendidikan Islam dalam atmosfir pendidikan 4.0 yakni pembinaan aqidah yang shahih, pembentukan kepribadian yang mulia, pembinaan pemikiran berdasarkan Maklumat Islam, dan anjuran bekerja secara tekun dan profesional. “Islam melarang umatnya untuk menjadi pengangguran, seperti yang dijelaskan oleh sabda Rasul, bahwa orang yang mencari kayu kemudian dijual itu lebih baik dari pada orang yang meminta-minta,” jelasnya di penghujung acara. (Luk/Humas)

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data