LESSON PLAN, MENGATASI KETAKUTAN DALAM MENGAJAR

- 16 Apr 2018

UINSA Newsroom, Senin (16/04/2018); Mengajar seringkali menjadi momok, terutama bagi para guru baru. Beberapa memiliki ketakutan jika cara mengajarnya tidak diterima peserta didik atau sulit memahamkan. Tips dan trik mnegatasi hal tersebut menjadi tema besar yang diangkat dalam Workshop bertajuk, ‘The Integration of Technology in English Language Teaching,” yang digelar Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Senin, 16 April 2018. Bertempat di Gedung Amphiteather Lt. 2 UIN Sunan Ampel Surabaya, kegiatan ini menghadirkan dua speaker. Yakni, Siti Nurul Hidayah, MA., Ph.D., Alumni Universitas Walanggong Australia, dan Dr. Willy A. Renandya, Principal Lecturer National Institute of Education Singapora.

Dibuka langsung, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag., menyampaikan, pentingnya mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Mengingat, saat ini penggunaan media menjadi keniscayaan ditengah semakin berkembangnya teknologi. “We cannot life without media. Media is real friend in our life. So, use media to increase teaching studies,” ujar Prof. Ali Mudlofir dalam sambutan.

Selanjutnya, Siti Nurul Hidayah dalam kesempatan paparan menjelaskan, tentang perbedaan guru professional (berpengalaman) dengan Novice Teacher (Guru Baru). Pada intinya, kedua jenis guru tersebut hanyalah terletak pada profesionalisme pribadi masing-masing orang. Yakni, bagaimana guru mampu mempersiapkan dan membekali diri dengan skill yang mampu membawanya menjadi guru profesional. “Novice Teacher mempunyai banyak ketakutan sebelum mengajar. Mulai dari bagaimana managemen kelas, waktu, tugas, hingga instruksi di kelas,” ujar Siti Nurul Hidayah dalam paparannya yang disampaikan dengan Bahasa Inggris.

Untuk mengatasi ketakutan tersebut, Siti Nurul Hidayah menjelaskan, para Novice Teacher perlu menyiapkan Lesson Plan dan juga Mentoring dengan guru senior. Menurut Siti Nurul Hidayah, dengan adanya Lesson Plan akan meringankan beban mengajar guru baru. Sebab, disamping mengajar setiap guru pasti memilikitugas lainnya, yakni administrasi. “Sedangkan mentoring, dapat membantu guru baru dalam mengembangkan diri. Mentoring biasanya dilakukan guru professional pada guru baru,” terang Siti Nurul Hidayah. (Nur-Chy/Humas)

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data