PEMBUKAAN PW PTK XIV RIAU, MENAG SERUKAN KOMITMEN BHINNEKA TUNGGAL IKA

- 03 May 2018

UINSA Newsroom, Kamis (03/05/2018); Sebagaimana diagendakan, Menteri Agama, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin resmi membuka Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) se-Indonesia ke XIV di UIN Suska Pekanbaru Riau, Kamis, 03 Mei 2018. Hadir dalam Opening Ceremony tersebut Plt. Gebernur Riau, H Wan Thamrin Hasyim, Kwartir Nasional, Dirjen Pendidikan Islam Prof. Dr. Phil H. kamaruddin, M.A, Rektor UIN Suska, Prof. Dr. H. Munzir Hitami, M.A., sejumlah perwakilan rektor PTK se-Indonesia, serta anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Riau.

Prof. Munzir dalam sambutan selamat datang menyampaikan rasa syukur atas dilaksanakannya PW PTK XIV Tahun 2018 di UIN Suska Riau. Khususnya, atas kehadiran Menag RI guna membuka secara resmi event dwi tahunan tersebut. “Niat UIN Suska sudah kesampaian dengan hadirnya Pak Menteri. Kita berharap pelaksanaan dapat berjalan lancar. Terima kasih, mohon maaf atas segala kekurangan. Dalam suasana cerah, semoga semangat kita secerah mentari saat ini,” ujar Prof. Munzir.

Sementara itu, mengawali laporannya, Dr. Phil. Kamaruddin menyatakan, bahwa dunia kepramukaan memang asyik, fenomenal, dan membekas di hati. Karena berbasis pengalaman, penghayatan, dan pengamalan yang sarat akan nilai kejujuran, kedisiplinan, kemandirian sebagai bangunan karakter yang kokoh dan menjadi pondasi. Semangat keagamaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan pun menjadi bekal penting untuk menjadi pemimpin. “Ini adalah langkah konkrit untuk mempertegas semagat satu nusa satu bangsa dalam rumah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Dr. Phil Kamaruddin.

Lebih lanjut disampaikan Dr. Phil Kamaruddin, Kegiatan PW PTK XIV Tahun 2018 dinilai banyak kalangan sangat strategis dalam upaya menumbuhkan solidaritas dan kerjasama antar PTK. “Yang terpenting daripada itu adalah membangun karakter bangsa yang diimbangi dengan kualitas mutu dan layanan sebagai sumbu utama mewujudkan Indonesia sebagai pusat Pendidikan Islam dunia,” imbuh Dr. Phil Kamaruddin.

Selain itu, Dirjen Pendis tersebut dalam laporannya juga menyampaikan, bahwa PW PTK XIV tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Pengembangan Eco Culture Tourism” dan akan berlangsung  hingga tanggal 10 Mei 2018 mendatang. Terkait kegiatan, Dr. Phil. Kamaruddin melaporkan, bahwa peserta akan melakukan homestay di sejumlah rumah penduduk sebagai tempat bhakti pramuka. Tersebar di Desa Alam Panjang, Tambang, Kampar, Desa Aur Sati Kampar, Desa Okura, Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru dan Desa Limau Manis, Kampar.

Kegiatan lainnya, peserta juga akan dibekali pengembangan wawasan. Diantaranya seminar media sosial bersama CEO Grab dan Bukalapak, workshop teknik photography, pengenalan media sosial untuk pendidikan, workshop pembuatan blog dan vlog, serta pelatihan pembuatan makanan khas daerah Riau. Termasuk pula, kegiatan ethno carnival, giat bina damping, festival kuliner nusantara, pentas seni budaya nusantara, festival budaya, pertemuan Forum Rektor dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan, serta mendatangi wisata religi, edukasi, industri, dan sejarah di daerah Riau.

Selanjutnya, mewakili pemerintahan daerah, Plt. Gubernur Riau, H Wan Thamrin Hasyim turut menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Menag RI ditengah kesibukan aktifitas harian. Pada kesempatan tersebut, H. Wan Thamrin juga secara khusus menyampaikan aspirasi masyarakat terkait embarkasi permanen jamaah haji asal Riau. “Selamat datang dan berkemah di Riau,” ujar H. Wan Thamrin memungkasi sambutan.

Prosesi upacara dengan dipimpin langsung Menag pun mengawali sambutan dari orang nomor satu di jajaran Kemenag RI yang juga merupakan Ketua Kwartir Nasional tersebut. Dalam amanatnya, Menag menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya PW PTK Ke XIV di UIN Suska Riau. Menag menilai, merupakan kehormatan dan kebahagiaan dapat berdiri ditengah-tengah ribuan mahasiswa pramuka penegak pandega yang berasal dari PTK se-Indonesia. “Bahagia karena saya berhadapan dengan calon-calon pemimpin bangsa, yang kini sedang berproses secara dinamis di perguruan tinggi dalam sebuah persemaian intelektual, kematangan mental, sosial, dan spiritual,” ujar Menag mengawali amanat.

Kegiatan PW PTK XIV Tahun 2018 yang digelar sehari setelah peringatan Hardiknas 2 Mei, serta Hari Buruh 1 Mei, bagi Menag, menjadi momentum penting. Mengingat, tiga momentum tersebut dinilai Menag, sama-sama berorientasi pada ikhtiyar menyiapkan anak bangsa untuk hidup bermartabat, penuh kebahagiaan, dan kesejahteraan. “Karena kita menyadari masa depan Indonesia di masa yang akan datang akan ditentukan oleh kualitas generasi muda saat ini. Kemampuan beradaptasi, daya juang, dan kapasitas sumber daya manusia menjadi taruhan. Maka, pendidikan menjadi kata kunci untuk menjawab tantangan yang kompleks ditengah persaingan global,” tegas Menag.

Gerakan pramuka, menurut Menag, telah mengakar secara historis di bumi nusantara, sebagai wadah pembinaan generasi muda, reproduksi kepemimpinan, dan menciptakan kader perubahan. Dapat dikatakan, sejarah gerakan pramuka adalah Sejarah Indonesia. Perubahan gerakan Pramuka adalah perubahan Indonesia itu sendiri.  Melalui gerakan pramuka, kita ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa negeri tercinta Indonesia adalah negeri yang aman dan damai. Tempat dari berbagai agama, suku, ras, dan golongan hidup dalam damai. “Kain Nusantara yang diikat dengan tali Bhinneka Tunggal Ika harus tetap terjaga kokoh dan menjadi komitmen bersama,” seru Menag.

Pada kesempatan tersebut, Menag juga menyampaikan keprihatinan atas hasil investigasi BIN (Badan Intelegen Negara) tahun 2017 yang menemukan kecenderungan PTK khususnya PTKIN sebagai basis penyebaran faham radikal. Bagi Menag, kegiatan ini adalah sebuah pembuktian bahwa Perguruan Tinggi bukanlah basis penyebaran faham radikal. Karena sejak kelahirannya, faham dan ajaran yang senantiasa dikedepankan adalah moderasi. “Melalui even ini, saya berharap dapat menjadi washilah untuk memperteguh semangat persatuan dan kesatuan, memupuk nasionalisme dan patriotisme serta menebarkan paham dan ajaran agama yang moderat,” ujar Menag.

Kepada para Mahasiswa Peserta PW PTKI, Menag pun berpesan agar menggunakan kesempatan perkemahan ini, untuk saling berbagi, membangun kesefahaman, mengaji dan mengkaji ilmu pengetahuan, melakukan riset dan rihlah ilmiyah serta meneguhkan komitmen pengabdian kepada masyarakat. “Satyaku kudarmakan, Darmaku kubaktikan,” tegas Menag mengutip motto Gerakan Pramuka kala memungkasi amanat yang disampaikan.

Sesi closing dimeriahkan dengan pemukulan kompang, pelepasan balon udara dan 66 ekor burung serindit (Maskot Provinsi Riau), pertunjukan seni beladiri, tari kolosal, serta defile peserta PW PTK XIV dari 1.500 Pramuka Pandega yang berasal dari 66 PTK se-Indonesia. (Nur/Humas)

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data