JELANG KKN 2018, PSGA GELAR WORKSHOP ABCD BERBASIS GENDER

- 04 Jul 2018

UINSA Newsroom, Rabu (04/07/2018); Rabu, 4 Juli 2018, dalam rangka persiapan pelaksanaan KKN 2018 gelombang kedua, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Sunan Ampel Surabaya mengadakan Workshop ABCD berbasis gender. Acara yang dihadiri segenap dosen dari masing-masing fakultas ini berlangsung di Ruang Sidang Lt. 2 Gedung Rektorat lama UIN Sunan Ampel Surabaya.

Dalam sambutannya, Dra. Rochima M.Fil.I selaku Ketua Pusat Studi Gender dan Anak mengungkapkan, bahwa KKN berbasis gender bukanlah pertama kali diterapkan UIN Sunan Ampel Surabaya. “Sedikitnya responsif gender dalam Program KKN ini sudah berjalan selama tiga tahun sejak tahun 2016,” paparnya.

Dra. Rochima menambahkan, bahwa responsif gender tidak hanya diterapkan pada program KKN, namun juga pada pengabdian di daerah masing-masing. “Bapak atau ibu juga bisa mengaplikasikan kajian gender di kampung halaman masing-masing. Misalnya pada suatu majlis, kita menitipkan materi tentang pelarangan diskriminasi pada perempuan,“ jelasnya.

Menyambung sambutan  Dra. Rochima, Dr. H. Muh. Fathoni Hasyim, M.Ag. selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) mengungkapkan, bahwa program KKN selanjutnya tidak hanya dilakukan di lokasi pada tingkat regional, akan tetapi  juga di luar pulau. “Nanti kita juga akan mengadakan KKN di NTT dan NTB. Kita melihat bahwa kondisi masyarakat disana memprihatinkan,” paparnya. Memmungkasi sambutan, Dr. Fathoni menyebutkan, bahwa pendampingan yang dilakukan di luar pulau nantinya akan dilakukan sepanjang tahun. “Jadi nanti kurang lebih pendampingan akan dilakukan selama 10 bulan. Kita akan mengirim 200 mahasiswa, yakni secara bergiliran 20 mahasiswa setiap bulannya,“ jelasnya lebih rinci.

Lebih jauh menilik materi pada KKN berbasis Gender,  Dra. Wahidah Zein Br Siregar, MA., Ph.D, selaku pembicara menjelaskan, bahwa responsif gender yang dimaksud pada KKN adalah perhatian yang konsisten antara perempuan dan laki-laki di masyarakat. “Bukan mau menyamakan laki-laki dengan perempuan, karena memang mereka secara kodrati berbeda. Laki-laki dan perempuan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing,“  jelasnya dengan bersemangat. Dra. Wahidah juga membuat perumpamaan bahwa laki-laki dan perempuan itu layaknya buah apel dan jeruk. “Buah apel dan jeruk jelas berbeda, akan tetapi tidak ada yang lebih hebat di antara keduanya. Karena mereka memiliki ciri yang berbeda,“ tutur Dra. Wahidah menganalogikan sembari memungkasi acara. (Luk-Alf/Humas)

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data