PESERTA KKN INTERNASIONAL BELANDA UINSA DISAMBUT HANGAT

- 11 Jul 2018

UINSA Newsroom, Rabu (11/07/2018); Senin, 9 Juli 2018, enam Mahasiswa UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dan satu Pendamping Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional sampai di Den Haag, Belanda. Mereka disambut dengan hangat para tokoh Indonesia disana. Antara lain, PCI NU Belanda dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Den Haag. Tepat pukul 18.30 waktu setempat, bertempat di PPME Masjid Al-Hikmah Den Haag, forum yang dihadiri KH. Hambali Maksum (Sesepuh dan Mustasyar PCI NU Belanda), KH. Nur Hasyim Subadi, Lc (Rois Syuriah), KH. Ahmad Naf’an Sulchan (Sesepuh PPME Al-Hikmah), Ibnu Fikri (Ketua Tanfidhiyyah), Syahril Syidid, Latif Fauzi, Kiai Mujahid Danun, serta Din Wachid, Ph. D (Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Den Haag) itu dibuka.

Dalam sambutannya, Ibnu Fikri selaku Ketua Tanfidhiyyah PCI NU Belanda menyampaikan awal mula terealisasinya Program KKN Internasional Belanda. Menurut Fikri, program ini merupakan usulan dari Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. Hj. Rr. Suhartini, M.Si, yang sudah berkomunikasi dengan tokoh di Belanda pada 2017 silam. Usulan tersebut kemudian direspon baik Prof. Dr. H. Abd A’la, M.Ag., selaku Rektor UINSA kala itu. “Meski program ini sudah dicanangkan sejak masa kepemimpinan Prof. Abd A’la, KKN Internasional Belanda baru bisa terealisasi pada kepemimpinan Prof. Masdar Hilmy (Rektor UINSA periode 2018-2022),” tutur Fikri.

Hambali Maksum, sesepuh sekaligus Musytasyar PCINU Belanda mengungkapkan, bahwa seringkali tamu dari Indonesia paling lama berkunjung selama satu bulan di bulan Ramadhan. Namun kali ini, pertama kalinya ada program selama dua bulan dan banyak dari kelompok wanita. “Nah, ini salah satu yang lebih menggembirakan karena beberapa kali ibu-ibu selalu dalam pengajian mengusulkan sekali-kali dari yang wanita gitu. Sekarang ini datang langsung lima,” tuturnya disambut tawa peserta forum. Hambali pun telah menyampaikan kabar program ini pada forum ibu-ibu dan mereka sangat antusias.

Lebih lanjut, sebagaimana dituturkan KH. Ahmad Naf’an Sulchan, kehadiran peserta KKN internasional sangat tepat di masa-masa yang memang dibutuhkan. Menurut KH. Ahmad Naf’an Sulchan, banyak sekali muslim di zaman sekarang yang mudah terhanyut arus. “Sehingga kehadiran para peserta KKN diharapkan dapat memperkuat Ke-Islaman sekaligus mengenalkan Islam Wasathiyah Yang Rahmatan Lil ‘Alamin utamanya anak muda,” tutur KH. Ahmad Naf’an Sulchan.

Bahtiyar Rifai, M.Pd.I, selaku Pendamping KKN Internasional UINSA dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak. Terutama kepada PCI NU Belanda dan KBRI yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada UINSA untuk melaksanakan kegiatan KKN Internasional. “Harapan besar ke depan, kerjasama ini terus berlanjut dan lebih banyak lagi jumlah mahasiswa yang kita kirimkan untuk mengikuti KKN Internasional semacam ini,” ujar Bahtiyar.

Forum penyambutan peserta KKN pun dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama. Muhammad Yusuf, satu-satunya peserta KKN laki-laki kemudian diberi kesempatan untuk menjadi imam Shalat Maghrib di Masjid Al-Hikmah tersebut. (Aulia-UINSA)

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data