ORASI BUDAYA D. ZAWAWI IMRON, TUTUP PBAK 2018 UINSA

- 31 Aug 2018

UINSA Newsroom, Jumat (31/08/2018); Selama empat hari, Mahasiswa Baru UIN Sunan Ampel (Maba UINSA) Surabaya diperkenalkan pada kampus yang akan menjadi almamater selama empat tahun kedepan, melalui Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Jumat, 31 Agustus 2018, Gedung Sport Center and Multipurpose menjadi saksi berkumpulnya 4437 maba dalam rangka kegiatan penutupan yang secara khusus dihadiri Budayawan dan Sastrawan Nasional, D. Zawawi Imron

Dalam orasi budaya menyambut mahasiswa baru tersebut, D. Zawawi Imron banyak membahas tentang tema-tema kebangsaan. Seperti halnya bagaimana seharusnya para generasi muda menumbuhkan semangat patriotism serta kecintaan terhadap tanah air. Diantaranya dengan senantiasa belajar dengan sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

Tak lupa, Penerima Penghargaan "The S.E.A Write Award" di Bangkok Thailand pada 2012 ini juga menyampaikan pentingnya menjaga Akhlaqul Karimah (Budi Pekerti yang baik, red) dalam kehidupan sehari-hari serta ketika berinteraksi dengan orang lain. “Tanah air yang subur dan indah, kalau ingin tetap subur dan indah, harus diurus dengan budi pekerti yang indah pula,” ujar D. Zawawi Imron dengan menggebu.

Ditemui usai memberikan orasi, D. Zawawi Imron juga berpesan kepada Civitas Akademika UINSA agar dalam mendidik mahasiswanya dengan baik serta saling memaafkan. “Kalau memang ada anak yang melanggar, disuruh didoakan, tidak dimarahi,” ujar D. Zawawi Imron menegaskan.

D. Zawawi Imron pun mencontohkan untuk melalui penggambaran dalam hadist dan Al-Quran dalam memberikan pengajaran kepada para mahasiswa. Yakni dengan mengetuk nuraninya dan raih simpatinya. “Gunakan bahasa hadist dan Qur’an, bahasa kelembutan kayak alim ulama, bahasa akhlaqul Karimah,” jelasnya.

Menghadapi fenomena maba yang vocal dalam menyuarakan pendapat, D. Zawawi Imron merasa, bahwa hal tersebut sebuah kebutuhan, kendati tetap membutuhkan pengarahan yang membangun. “Jangan sampai seperti lilin, yang menerangi orang lain tapi akhirnya hancur sendiri. Jadi harus dipikirkan akibatnya, sebab kalau kebiasaan kasar dibiasakan, akan berbahaya bagi dirinya sendiri di masyarakat,” tutur D. Zawawi.

Sedangkan dalam upaya meningkatkan daya kritis dan kreatifitas mahasiswa, D. Zawawi Imron juga berpesan, agar tidak hanya berguru dengan youtube dan google. Sebab, hal itu hanya menampilkan kebenaran yang tidak utuh. “Harus berguru kepada buku, karena kan sudah lebih jelas ada pembukaan, analisis dan solusinya,” pungkas penyair Kelahiran Sumenep, 1 Januari 1945 tersebut. (Nur/Humas)

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data