AFI UINSA SEPAKATI MOU KERJASAMA KONTRA NARASI DENGAN CSRC UIN SYARIF HIDAYATULAH

- 09 Oct 2018


UINSA Newsroom, Senin (08/10/2018), Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (Prodi AFI) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya (FUF UINSA) kembali menggelar Kuliah Umum dengan tema “Merawat Akal Sehat di Tengah Arus Narasi Global”. Bertempat di Ruang Meeting Senat Lt. 9 Gedung Twin Towers A UINSA, kegiatan tersebut mendatangkan Dr. Irfan  Abubakar, M.Ag., Direktur CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai narasumber.

Selain kuliah umum, pada kesempatan tersebut juga dilangsungkan Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Aqidah dan Filsafat Islam Masa Bakti 2018-2019. Jajaran pimpinan dan dosen turut hadir dalam kegiatan kuliah umum tersebut, diantaranya Dr. Kunawi, M.Ag (Dekan),  Dr. Iffah, M.Ag (Wakil Dekan 2),  Drs. H. Muktafi, M.Ag (Kepala Laboratorium), Para Kajur dan Sekjur, Kaprodi dan Sekprodi, serta para dosen FUF. Sebagai pemilik hajat, Ketua Jurusan Pemikiran Islam, Muchammad Helmi Umam, M.Hum., dan Ketua Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Dr. Mukhammad Zamzami, M.Fil.I terlihat sibuk mempersiapkan acara.

Dalam sambutan yang disampaikan menjelang pelantikan HMP, Helmi Umam berharap, agar mahasiswa Prodi AFI tidak hanya menjadi mahasiswa yang cerdas, namun juga menjadi mahasiswa yang kritis. “Daya kritis harus diutamakan ketika mencerna informasi-informasi yang sangat deras arusnya di media online. Pertarungan wacana dan narasi memang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, selalu ada ekstrem kiri dan ekstrem kanan. Tugas filsafat adalah menengahinya secara bijaksana. Inilah pentingnya akal sehat. Jangan sampai kita sebagai penggiat filsafat justru kehilangan daya kritis sehingga terperosok ke dalam salah satu arus yang ekstrem tersebut. Misalnya, menjadi bagian dari penyebar hoaks, hate speech,  dan sebagainya”, pesan Helmi Umam.

Sementara itu, tema kuliah umum merupakan respons terhadap fenomena yang umum terjadi di masyarakat dewasa ini. Pertahanan literasi masyarakat harus diakui masih cukup rapuh dalam mengenali narasi ekstrem yang tersebar bebas di media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan lainya. Padahal, narasi-narasi tersebut dengan sengaja dibuat untuk menciptakan polarisasi dalam masyarakat baik yang ujungnya adalah konflik. Sebagian besar narasi-narasi tersebut diciptakan kelompok-kelompok ekstrimis menggunakan dalih agama, untuk menciptakan hoaks, hate speech,  dan pemahaman agama yang dangkal. Menyikapi fenomena ini, Prodi AFI berupaya menguatkan literasi masyarakat dengan menyasar mahasiswa agar memiliki daya kritis terhadap narasi-narasi tersebut di tengah deras arusnya media online.

Selain untuk mengenalkan Mahasiswa AFI mengenai wacana kontra narasi, kuliah umum ini juga diharapkan dapat menjadi trend research baru di kalangan Mahasiswa AFI. Menurut Zamzami, topik riset tugas akhir mahasiswa dewasa ini  cenderung mengulang tema-tema dari periode sebelumnya, terkadang lebih banyak berbicara mengenai budaya. “Oleh karenanya, prodi berharap dalam satu atau dua tahun kedepan Prodi AFI dapat menjadi pelopor perubah tren riset di UINSA menuju ke topik-topik yang lebih fresh, salah satunya dengan menggunakan Kontra narasi”, ujarnya.

Pada sesi puncak kegiatan, Irfan Abubakar selaku narasumber menekankan pentingnya merawat akal sehat untuk menaggapi narasi-narasi yang beredar bebas di kehidupan sosial dewasa ini, terutama yang tersebar di media sosial secara online. “Akal sehat adalah kunci yang dapat menghindarkan seseorang terprovokasi atau termakan narasi yang dengan sengaja bertujuan untuk menciptakan konflik di masyarakat atau sebagai upaya radikalisasi yang berujung terorisme,” ujar Irfan Abubakar.

Untuk menangkal narasi ekstremisme dan terorisme, lebij lanjut disampaikan Irfan Abubakar, maka perlu dibangun upaya kontra narasi. Dalam hal ini, mahasiswa sebagai bagian masyarakat harus melibatkan diri mengembangkan narasi yang moderat sebagai kontra narasi dari ekstremisme dan terorisme yang menyebar luas sekarang ini,” ujar pakar lingustik yang menjadi pegiat kontra narasi di Indonesia.

seusai kuliah umum, kegiatan dilanjutkan dengan Peningkatan Kompetensi Mahasiswa (PKM) yang ditujukan untuk mahasiswa AFI semester 5 dan semester 7. Kegiatan PKM yang mengangkat isu yang sama ditujukan sebagai tindaklanjut dari hasil kuliah umum. Hal ini sekaligus ditujukan untuk mematangkan materi kontra narasi untuk mahasiswa semester akhir sebagai bekal untuk mendesain riset dengan tema-tema faktual di kemudian hari. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan model Forum Group Discussion (FGD) dengan satu fasilitator pada masing-masing grup.

Kegiatan kuliah umum ini menelurkan Memorandum Of Understanding (MoU) antara Prodi AFI UINSA dengan Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. MoU ini dalam rangka menjalin kerjasama dalam bidang pelatihan mengenai kontra narasi dan kerjasama penerbitan hasil-hasil penelitian  mahasiswa Prodi AFI yang berkaitan dengan tema kontra narasi. “Kedepannya, skripsi mahasiswa AFI diharapkan dapat diterbitkan Prodi bersama CSRC dengan adanya kerjasama tersebut. Menanggapi kegiatan ini, MoU ini direspon dengan cukup baik oleh Direktur CSRC,” tegas Zamzami. (Na-5/FUF)

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data