Dubes RI untuk Aljazair Narasumber One Day Seminar Peran Perempuan dan Diplomasi Negara di UINSA

- 05 Nov 2018

UINSA Newsroom, Senin (5/11/18); Senin, 5 November 2018, bertempat di Amphitheatre, International Office UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengadakan One Day Seminar dengan tema, 'Peran Perempuan dan Diplomasi Negara'. Didapuk sebagai narasumber, Dra. Hj. Safira Machrusah, MAAS., Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Negara Republik Demoktratik Rakyat Aljazair dan Dra. Wahidah Zein Br. Siregar, MA., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, yang juga salah satu Aktivis Gender di UINSA.

Sugeng Rawuh, kami sangat berterima kasih telah berkenan hadir di kampus ini,” tutur Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D., dalam pembukaan acara One Day Seminar ini. Prof. Masdar berpesan, bahwa Gender bukan penghalang untuk berkiprah. Sebagaimana Dra. Hj. Safira yang merupakan salah satu tauladan bagi mahasiswa UINSA untuk berkiprah di dunia internasional. “Peran perempuan dan diplomasi negara adalah tema yang menarik sekaligus menantang. Beliau ini berasal dari pondok pesantren, namun tidak menghalanginya untuk berkiprah di dunia internasional. Disini, mahasiswa diharapkan mendapatkan ilmu negoisasi dari beliau,” tambah Prof. Masdar.

Mengawali paparan terkait peran perempuan, Dra. Safira, menyampaikan terkait data diplomat perempuan di Indonesia. Dimana per tahun 2018, sekitar 36,1% diplomat Indonesia adalah Perempuan. Mengalami kenaikan sebesar 1,6% selama satu tahun terakhir. “Tantangan diplomat terbesar adalah keluarga, karena tuntutan pekerjaan harus tinggal di negara orang. Jadwal kerja yang panjang dan melelahkan adalah tantangan kedua bagi diplomat. Selain itu, adanya asumsi perempuan kurang profesional dan cenderung emosional, serta tradisi ketat terkait hubungan perempuan dan laki-laki yang terbatas,“ tambah Dra. Safira.  Dra. Safira juga mengingatkan, bahwa diplomat perempuan dapat berperan penting pada isu seperti;  human trafficking, prostitusi, AIDS, soft security, dan diplomasi pencegahan.

Sedangkan Dra. Wahidah, memulai paparan dengan data populasi laki-laki yang lebih banyak daripada perempuan. Hal ini dibuktikan dengan data BAPPENAS Tahun 2018, sebanyak 133,17 juta jiwa penduduk Indonesia adalah laki-laki. Sedangkan perempuan berada di angka 131,88 juta jiwa. “Dari 560 anggota DPR RI periode 2014-2019, politisi perempuan hanya 97 orang, presentasenya hanya 17,32 %, turun 0,68% dari periode sebelumnya. Sedangkan ditingkat DPD RI, jumlah perempuan mencapai 25,8 % atau sebanyak 34 dari total keseluruhan 142 orang,” tambah Dra. Wahidah.

Memungkasi pemaparan, Dra. Wahidah menyampaikan, “Peran perempuan di ranah politik tidak hanya lewat legislatif ataupun birokrasi. Partisipasi politik dapat dilakukan dalam 3 (tiga) aktivitas; gladiator activities, Transisional Activities, dan Spectator Activities”. (Alf-Fer/Humas)

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data