UINSA GELAR WORKSHOP CBPR UNTUK DOSEN

- 08 Nov 2018

UINSA Newsroom, Kamis (08/11/2018); Selama dua hari, Senin-Selasa, 5-6 November 2018, UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar Workshop CBPR (Community-Based Participatory Research) di GreenSA Inn Sidoarjo. Workshop ini diikuti 30 dosen dari 9 fakultas serta bersinergi dengan LPPM Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UINSA.

UINSA sejak lama telah menegaskan diri sebagai perguruan tinggi yang dekat dengan Masyarakat. Mengingat, core dari perguruan tinggi adalah pendidikan, maka kemitraan dengan masyarakat ini juga adalah melalui Tri-Dharma. Salah satu pengembangan Tri-Dharma yang bermitra dan dekat dengan masyarakat adalah dengan memperkuat kekayaan pendekatan penelitian berbasis masyarakat.

Sebelumnya, UINSA kuat dengan Tradisi PAR (Paticipation Action Research), kemudian diperkuat dengan model action research lain diantaranya CBR (Community Based Research). Sebagai hasil kerjasama dengan Canada melalui project SILE/LLD telah menambah kekayaan pendekatan dan salah satu tindak lanjut dari SILE/LLD adalah upaya berjejaring dengan mitra yang relevan.

Untuk pengembangan ke depan, UINSA memiliki program K4C (knowledge for change) yang merupakan program kerjasama dengan Participatory Research in Asia (PRIA) dan University of Victoria (UVic) bersama Budd hall dan Rajesh Tandon selaku Co-chair dari UNESCO pada divisi Social responsibility of higher educational institution. Setelah diadakan MTP (Mentor training program) selama 6 bulan bagi tiga akademisi UINSA, maka tindak lanjutnya adalah Workshop CBPR.

Pada Workshop ini, semua belajar bersama bagaimana CBPR itu mulai dari geneologi dalam peta penelitian, prinsip dan paradigma, sampai pada contoh praktik. Tidak hanya berbagai konsep dan contoh praktis, pada pelatihan ini semua partisipan bersama mentor juga langsung mencoba mempraktikkan beberapa tools dari CBPR dan juga berlatih beberapa practical skill lainnya. Hal ini dilakukan secara efektif dan efisien dan juga diselingi dengan berbagai ice breaker dan diskusi yang gayeng.

Hasil akhir adalah diharapkan para dosen, yang memang sejak awal dipilih dari elemen yang belum pernah mendapatkan pelatihan serupa, telah berkenalan dan bahkan melakukan latihan CBPR dalam tataran konsep dan praktis. Tentu, praktik nyata di tengah masyarakat masih dibutuhkan dan jelas akan bisa memperkuat pembelajaran yang telah dicapai. Hal ini juga salah satu aspirasi dari partisipan dan tentu dirumuskan beberapa kemungkinan strategi untuk tindak lanjut.

Workshop dua hari ini ditutup Rektor UINSA, Prof. Masdar HIlmi, S.Ag., MA., Phd. Dalam kesempatan ini, Rektor juga berkenan mengisi sesi arahan dan menekankan, bahwa Rektor berdiri di belakang siapapun yang mau mengembangkan berbagai aktifitas untuk mendorong kedekatan kampus dengan masyarakat.

Selain itu, Rektor tetap memberi arahan, bahwa hendaknya unsur produksi pengetahuan juga tidak dilupakan. Dalam hal ini, penelitian berbasis masyarakat seharusnya menawarkan banyak keilmuan dan ide-ide yang berujung pada output artikel jurnal. “Karena pada akhirnya kekayaan hasil tulisan di berbagai jurnal juga akan semakin memperkuat kampus. Dari sini, harapan bahwa ada mutual benefit bisa tercapai,” tegas Prof. Masdar.

Diakhir, Rektor juga menegaskan, bahwa UINSA pun bisa menjejakkan diri sebagai kampus yang dekat dengan masyarakat dan juga sumber pengembangan keilmuan yang patut menjadi center of excellence di bidang penelitian berbasis masyarakat. (NW/UINSA)

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data