UINSA BERANGKATKAN 169 MAHASISWA KKN EKONOMI

- 16 Jan 2019


UINSA Newsroom, Rabu (16/01/2019); Bekerjasama denga Dinas Perdagangan Kota Surabaya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel (FEBI UINSA) Surabaya menggagas Kuliah Kerja Nyata (KKN) Ekonomi. Kegiatan ini telah memasuki tahun kedua, dan untuk tahun 2019 diikuti sebanyak 169 peserta. Prosesi Pelepasan Mahasiswa KKN Ekonomi digelar di Gedung Amphiteather Twin Towers UINSA, Pukul 09.00 WIB.

Hadir dalam prosesi, Rektor UINSA, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D., Dekan FEBI, Dr. H. Ah. Ali Arifin, MM., Ketua Lembaga Penelitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Prof. Dr. H. Sahid HM, M.Ag., M.H., dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya, Dra. Wiwik Hidayati, didampingi Kepala Bidang Distribusi, Trio Wahyu Bowo, SE., MM.

Dr. Ali Arifin dalam sambutan menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut mengawali Pelepasan Mahasiswa KKN tahap pertama Tahun 2019. Kegiatan KKN Ekonomi dilaksanakan selama satu bulan pada 15 Januari-15 Februari 2019. Dijelaskan Dr. Ali Arifin, KKN Ekonomi merupakan alternatif KKN sesuai kepakaran keilmuan yang dimiliki UINSA disamping KKN Reguler.

KKN Ekonomi merupakan kegiatan pendampingan pedagang toko kelontong di Kota Surabaya. Kegiatan ini merupakan inisiasi Pemkot Surabaya melalui Dinas Perdagangan untuk mendampingi pedagang. Khususnya dalam tiga aspek utama di bidang ekonomi seperti Pendampingan di bidang managemen keuangan, tata ulang lay out, hingga marketing produk.

“Kegiatan KKN Ekonomi ini adalah bagaimana belajar menjadi pedagang dengan etika bisnis yang Islami, serta memberi kontribusi nyata bagi komunitas pedagang kelontong,” ujar Dr. Ali Arifin.

Dra. Wiwik dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan kepada segenap Mahasiswa KKN untuk bantuan mengumpulkan data yang akurat dan optimal. Mengingat, data tersebut akan menjadi acuan bagi Dinas Perdagangan untuk melakukan pendampingan lebih lanjut. Program KKN Ekonomi, menurut Dra. Wiwik selaras dengan semangat Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka mengantisipasi gerusan pasar modern terhadap pasar tradisional (Kelontong).

Di Kota Surabaya, dijelaskan Dra. Wiwik, terdapat sekitar 1500 Toko Kelontong yang memerlukan pendampingan. “Saat ini baru sekitar 525 Toko Kelontong yang bisa kita jangkau. Semoga kedepan, dengan kehadiran adik-adik lebih banyak lagi yang bisa kita jangkau dan dampingi,” ungkap Dra. Wiwik.

Selain itu, kebijakan pendampingan kepada pedagang kelontong seiring juga dengan penekanan ijin pendirian pasar modern. “Karena kehadiran pasar modern jelas keberadaannya membunuh toko kelontong. Sehingga bagaimana agar toko kelontong bisa bersaing dengan toko modern baik dari segi pengelolaan, harga, hingga kualitas barang,” imbuh Dra. Wiwik.

Rektor, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perdagangan serta berharap bahwa kerjasama tersebut dapat berlanjut pada aspek-aspek lain. Apresiasi kedua disampaikan pada pihak FEBI yang menggawangi program ini sehingga mahasiswa dapat terjun belajar langsung ke masyarakat sesuai disiplin kepakaran ilmu yang dimiliki.

“KKN Ekonomi berbasis perkotaan yang akan kalian jalankan ini berbeda dengan KKN Konvensional dan bisa jadi lebih berat. Karena kami berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa menjaga akhlaqul karimah sebagai ciri utama Mahasiswa UINSA,” pesan Prof. Masdar.

Kendati sebagai seorang yang terdidik, lanjut Rektor, mahasiswa tidak seharusnya merasa lebih baik dibanding masyarakat yang didampingi sehingga mendikte mereka untuk melakukan ini dan itu. “Jangan sampai ada kesan merusak rencana bisnis mereka. Pendampingan managerial, perencanaan pembukuan, marketing bisa jadi mereka lebih tahu karena mereka yang menjalani secara riil di dunia nyata. Sementara mahasiswa selama ini hanya mengenal itu di ruang-ruang akademis,” pesan Prof. Masdar.

Tak lupa, rektor juga menegaskan, bahwa modal penting yang harus dimiliki mahasiswa adalah kecerdasan lokal. Sehingga dalam kondisi apapun mahasiswa dapat menghadapi tantangan di masyarakat tanpa merusak kearifan lokal yang ada. “Kecerdasan lokal penting agar tidak ada ketegangan kecil berdampak besar dengan masyarakat,” ujar Prof. Masdar.

Terakhir, Rektor mengingatkan, bahwa sejatinya tantangan terbesar yang dihadapi mahasiswa bukanlah pada proses KKN. Akan tetapi, bagaimana tindak lanjut dari kegiatan KKN yang dilakukan agar dapat dikaji secara keilmuan. Yakni bagaimana mnciptakan atmosfer ekonomi yang jauh dari kesan eksploitatif. “Mudah-mudahan senantiasa diberikan kelancaran tanpa kendala juga jangan lupa jaga kesehatan,” pungkas Prof. Masdar berpesan. (Nur-Chy/Humas)

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data