ILMU KELAUTAN UINSA GELAR SEMINAR KESEJAHTERAAN NELAYAN DAN POROS MARITIM

- 15 Feb 2019

UINSA Newsroom, Jumat (15/02/2018); Kamis 14 Februari 2018, Program Studi Ilmu Kelautan UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) Surabaya bekerjasama dengan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Kantor Staf Presiden menggelar seminar nasional “Kesejahteraan Nelayan dan Poros Maritim.” Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Amphitheatre Lt. 2-3 Gedung Twin Towers UINSA.

Hadir sebagai narasumber yaitu, Riza Damanik (Asisten Koordinator Staf Khusus Presiden), Dedi Adhuri (Peneliti LIPI), Ahmad Syukron (Ketua Koperasi 64 Bahari Surabaya), Rosinah (Aktivis Perempuan KNTI), dan Asri Sawiji, MT., (Ketua Program Studi Ilmu Kelautan UINSA). Sementara itu, mewakili pimpinan, hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dra. Wahidah Zein Br Siregar, MA., Ph.D.

Dalam kesempatan pembukaan Jaleswari menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut dapat dijadikan sebagai pintu masuk kerjasama. Mengingat, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. “Penting bagi kita semua bekerja bersama-sama serta berkolaborasi antara birokrasi, akademisi, dan praktisi untuk mengejawantahkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Jaleswari.

Jaleswari juga menjelaskan, bahwa Pemerintah pusat dan daerah telah meluncurkan Bank Mikro Nelayan, Asuransi berupa Converter Kit BBM. Bank mikro ini diluncurkan guna menekan biaya operasional, mengurangi konsumsi BBM, dan menghasilkan energi yang lebih bersih dan aman.

Pada seminar yang dimoderatori Alan F. Koropitan, Tenaga Ahli Madhya KSP, Ahmad Sukron yang mata pencahariannya sebagai nelayan memberikan testimoni. “Nelayan kesulitan untuk mengatur keuangan saat cuaca ekstrim. Di mana para nelayan ini setiap harinya hanya duduk-duduk sambil membenahi jaring tanpa ada pemasukan sedikitpun. Sementara kebutuhan setiap hari selalu ada,” tukas Ahmad Sukron.

Sementara itu, narasumber selanjutnya, Rosinah menyatakan, bahwa peran perempuan nelayan juga memiliki posisi yang sangat penting dalam keluarga. Dimana perempuan nelayan  dapat melakukan aktivitas yang berhubungan dengan pelayanan di kampung nelayan. Disamping tugas keseharian sebagai istri dan ibu rumah tangga. “Seperti melakukan pengolahan ikan, konsumsi produksi ikan, sampai memasarkannya,” ujar Rosinah.

Selain itu, Rosinah juga menyampaikan harapan adanya pengakuan identitas nelayan, serta hak atas asuransi kesehatan kerja. “Termasuk kebijakan khusus mengenai program yang dibutuhkan perempuan nelayan kecil. Antara lain pemberdayaan ekonomi untuk peningkatan kapasitas dan kualitas produksi serta pemasaran dan pengelolaan keuangan,” ujar Rosinah menegaskan.

Selanjutnya dalam sesi paparan materi, Asri Sawiji, MT menyampaikan, bahwa dalam pelaksanaan program pemerintah ada beberapa asas yang perlu diperhatikan. Yaitu kedaulatan, kemandirian, kebermanfaatan, kebersamaan, keterpaduan, keterbukaan, efisiensi, keadilan, keberlanjutan, kesejahteraan, kearifan lokal, serta kelestarian lingkungan hidup.

Riza Damanik pun menambahkan, guna menjawab pembukaan lapangan kerja dan kesejahteraan nelayan, perlu diberikan inovasi pembiayaan nelayan. “Seperti Bank Mikro nelayan untuk menstimulasikan tumbuh kembangnya innovator dan wirausahawan perikanan di Indonesia” tegasnya.

Dedi Adhuri sebagai narasumber penutup menuturkan, kurang tepat jika nelayan dianggap tidak berdaya. Faktanya, peran nelayan memiliki kontribusi yang besar sebagai poros maritim. Salah satunya yaitu lapangan pekerjaan, sumber penghidupan, ketahanan pangan, dan keberlangsungan budaya bahari. (Tri-Chy/Humas)

Building Character Qualities: For the Smart, Pious, Honorable Nation

Ketentuan Pengguna

Semua isi yang ada di situs resmi UIN Sunan Ampel Surabaya boleh dilihat, disalin, dicetak, dan didistribusikan untuk tujuan non-komersial.

Statistik Website

shopify visitor statistics

Lihat Daftar Pengunjung Website

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237

+62 31 8410298

+62 31 8413300

humas@uinsby.ac.id

uinsa_surabaya

© Copyright 2018 - Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data