Kolom > Polemik Area Parkir, Adakah Solusinya?

POLEMIK AREA PARKIR, ADAKAH SOLUSINYA?

Urusan parkir di dalam kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya memang telah menjadi problematika yang complicated. Bertambahnya jumlah mahasiswa yang diterima tiap tahun, serta diiringi dengan fasilitas pendukung tambahan yang diperlukan universitas telah meningkatkan kebutuhan area parkir yang tinggi. Tak bisa dielakkan, bahwa kondisi parkir saat ini sudah sangat memprihatinkan dan terkesan semrawut tanpa adanya arahan dan aturan parkir yang jelas dan sistematis.

Hal ini memperlihatkan bahwa kampus kita sudah seharusnya mempersiapkan dan mengakomodasi kenaikan terhadap kebutuhan tersebut. Termasuk juga telah memproyeksikan pertumbuhan penduduk kampus agar kedepan kondisi parkir di dalam kampus tidak semakin buruk. Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah apakah kondisi tersebut bisa diatasi? Bagaimana strateginya?

Untuk mengatasi permasalahan parkir di lingkungan kampus UINSA memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Namun jika mengambil peribahasa, if there is a will there is a way (jika ada kemauan maka ada jalan). Maka, diperlukanlah sebuah komitmen dan kerjasama dari semua pihak (tidak hanya pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan namun juga semua civitas akademika termasuk dosen dan mahasiswa) untuk turut serta memperbaiki permasalahan parker. Yakinlah permasalahan tersebut dapat teratasi.

Ada beberapa potensi solusi yang dapat diimplementasikan untuk menangani permasalahan parker. Diantaranya adalah memanfaatkan lahan parkir yang ada dengan bijak, mempromosikan jalan kaki (walking) di dalam kampus, serta mengatur jumlah pengendara di dalam kampus dengan mengintegrasikan teknologi system informasi Smart Campus.

  1. 1.      Menggunakan area parkir dengan bijak

Sudah sepatutnya kita memahami seluk beluk dan peduli akan rumah kita sendiri, UINSA. Luas area kampus yang telah dipenuhi gedung perkuliahan dengan area parkir yang terbatas. Dapat dibayangkan jika ditambah dengan kendaraan yang masuk kedalam kampus tanpa terkontrol? Akan menjadi seperti apa? Pastinya kesemrawutan. Karena itu, perlu adanya kampanye untuk mempromosikan kepada semua civitas akademika agar memarkirkan kendaraan dengan bijak dan tidak sembarangan. Sudah saatnya area parkir yang ada diatur dan dikontrol dengan mengutamakan kendaraan operasional kampus serta kendaraan yang telah diregistrasi yang dapat parkir di area kampus.

  1. 2.      Membiasakan berjalan kaki di area kampus

Luas site kampus UINSA dapat dikatakan masih sangat mudah dijangkau. Jarak antar tiap gedung ke gedung lainnya juga tidak terlalu jauh. Hal ini seharusnya dapat dijadikan sebuah potensi yang baik untuk memaksimalkan budaya berjalan kaki bagi civitas akademika di lingkungan kampus. Salah satunya dengan memfungsikan kembali beberapa koridor (trotoar) untuk pejalan kaki melalui pembenahan fasilitas untuk pedestrian. Ada beberapa spesifik aspek dari fasilitas pedestrian yang patut dipertimbangkan untuk dibenahi seperti; penerangan jalan umum, keadaan fisik trotoar (kontinuitas trotoar, trotoar yang rusak atau tidak merata, penghalang permanen), lansekap di sekitar pedestrian, dan pertimbangan faktor keamanan (kemampuan untuk melihat kendaraan yang melaju dan berputar). Jika pembenahan tersebut telah dipenuhi, maka kebijakan untuk berjalan kaki di lingkungan kampus dapat dipromosikan dan diimplementasikan semua pihak.

  1. 3.      Integrasi teknologi sistem informasi untuk Smart Campus

Di era digital seperti sekarang ini, sudah saatnya kita dapat memanfaatkan teknologi untuk mengatasi permasalahan parkir. Teknologi sistem informasi yang canggih dapat diimplementasikan untuk pengelolaan parkir seperti Smart Card System (SMC). SMC ini dapat diintegrasikan dengan Kartu Tanda Mahasiswa/Pegawai, misalnya. Sistem SMC ini akan mampu memberikan rincian real-time tentang ketersediaan tempat parkir di setiap area. Berapa banyak kapasitas parkir yang tersedia di dalam kampus, dan berapa area parkir yang telah dipergunakan akan mudah terlihat. Sistem perhitungan yang sederhana namun akurat diaplikasikan di pintu masuk (main entrance). Artinya, kendaraan yang masuk ke dalam area kampus adalah mereka yang telah teregistrasi di dalam sistem. Dengan metode tersebut, tidak semua kendaraan bermotor akan bebas keluar masuk kampus, dan tentunya akan jauh lebih terkontrol. Secara tidak langsung, dapat mengurangi frekuensi penggunaan kendaraan di area kampus. Sehingga kampus yang seyogyanya nyaman untuk aktifitas akademik tidak terganggu dengan kesemrawutan parkir di berbagai tempat dan ruang.*


Baca Juga

CONNECT WITH US