Kolom > Mengenal Campak Dan Rubella

Mengenal Campak dan Rubella

Pada beberapa minggu terakhir bulan ini, mungkin anda sering mendengar bahkan mendapat broadcast dari media sosial tentang kampanye imunisasi MR (Measles dan Rubella). Apakah berita tersebut merupakan hoax? Tentu tidak! Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya pemerintah Indonesia untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan

Campak (Morbili/Measles/Rubeola)

Campak dan Rubella dan mempunyai kesamaan gejala klinis yaitu deman dan ruam. Seringkali orangtua mengira ruam tersebut adalah demam berdarah Dengue (DBD) atau alergi. Apalagi jika anak sudah pernah diimunisasi campak, maka tak mengira kalau itu adalah campak.

Campak atau dikenal juga dengan nama Morbilli, Rubeola atau Measles ini adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Virus yang dimaksud disini adalah virus Morbilli dari keluarga Paramyxoviridae. Penyakit ini masih merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian pada anak-anak di negara-negara berkembang termasuk Indonesia dan insiden tertinggi usia terkena campak adalah pada anak usia 1-2 tahun.  

Virus tersebut terdapat dalam sekret/cairan nasofaring dan darah penderita. Penularannya melalui droplet atau percikan ludah/batuk penderita. Timbul gejala penyakit setelah 10 sampai 20 hari anak kontak dengan penderita. Penyakit Campak mempunyai 3 stadium yaitu : 

  1. Stadium permulaan, yang berlangsung kurang lebih, 4-5 hari, gejalanya mirip dengan influenza (flu) batuk-pilek, demam disertai radang pada selaput lendir hidung, mulut, tenggorokan, nyeri sendi/otot, sakit kepala, silau bila terkena sinar matahari (fotophobia), kadang kala ada diarenya juga. Pada mata ditemukan mata yang merah (infeksi silier). Tanda khas yang dapat ditemukan pada stadium ini adalah bercak koplik.
  2. Stadium erupsi, gejala demam, batuk pilek dan radang bertambah berat. Mulai timbul bercak kemerahan (ruam makulopapular) yang timbul secara berurutan mulai kepala/wajah, badan, tangan sampai kaki secara berurutan. Yang khas adalah awal timbul ruam selalu mulai dari belakang telinga, tengkuk, batas rambut dan muka. Ruam akan mencapai anggota bawah pada hari ketiga. Ruam selanjutnya akan menghilang sesuai dengan urutan timbulnya, bersamaan dengan turunnya demam selama stadium ini anak masih infeksius atau menularkan.
  3. Stadium konvalesen (penyembuhan), dimulai setelah ruam timbul merata, suhu badan berangsur turun dan normal kembali. Ruam akan menghilang dan menjadi bercak kehitaman (hiperpigmentasi) dengan kulit yang mengelupas seperti bersisik (ganti kulit). Hiperpigmentasi ini akan menghilang dalam jangka waktu 1 sampai 2 minggu. Yang harus diingat hiperpigmentasi adalah ciri khas pada campak.

Campak adalah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Hampir 95% anak yang mendapat vaksin tidak akan terkena campak, jadi kecil kemungkinan terkena lagi. Tetapi kadar kekebalan tubuh terhadap virus campak semakin menurun seiring bertambahnya usia, karena itu vaksin diulang lagi saat dewasa. Bila tidak diulang maka kemungkinan terkena lagi akan ada.

Rubella (Campak Jerman)

Rubella atau Campak Jerman adalah infeksi yang menyerang terutama kulit dan kelenjar getah bening. Campak Jerman umumnya memiliki dampak lebih ringan dan tidak fatal. Umumnya pun terjadi pada anak usia 5 sampai 14 tahun. Hal ini disebabkan oleh virus Rubella, berbeda dengan Campak yang disebabkan virus Rubeola.

Virus Rubella ditularkan melalui jalur pernapasan dan bereplikasi di nasofaring dan kelenjar getah bening. Virus ini ditemukan di dalam darah 5 sampai 7 hari setelah infeksi dan menyebar ke seluruh tubuh. Virus memiliki sifat teratogenik dan mampu melewati plasenta dan menginfeksi janin yang mana menghentikan sel pada saat berkembang atau menghancurkan mereka. Sehingga pada ibu hamil yang terkena Rubella maka akan menyebabkan keguguran, kelainan/cacat bawaan pada bayi bahkan kematian pada janin.

Setelah masa inkubasi 14-21 hari, gejala utama infeksi virus Rubella adalah munculnya ruam (exanthem) pada wajah yang menyebar ke batang tubuh dan anggota badan dan biasanya memudar setelah tiga hari. Gejala lain termasuk demam ringan, pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati), nyeri sendi, sakit kepala dan konjungtivitis. Umumnya nafsu makan anak akan menurun karena terjadi pembengkakan pada limpa. Kelenjar bengkak atau kelenjar getah bening bisa bertahan sampai seminggu dan demam jarang naik di atas 38 °C. Ruam menghilang setelah beberapa hari tanpa pewarnaan atau pengelupasan kulit.

Rubella dapat menyerang siapa saja dari segala usia dan umumnya merupakan penyakit ringan. Jarang terjadi pada bayi atau mereka yang berusia di atas 40. Semakin tua seseorang, maka gejala yang timbul makin lebih parah. Sampai dengan sepertiga anak perempuan lebih tua atau wanita mengalami nyeri sendi atau gejala jenis rematik dengan Rubella. Virus ini dalam saluran pernafasan dan memiliki masa inkubasi 2 sampai 3 minggu. Selama periode inkubasi, pembawa virus dapat menular walau mungkin tidak menunjukkan gejalanya.

Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus. Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan usia kurang dari 15 tahun selama kampanye Imunisasi MR bulan Agustus – September 2017. Ayo Lindungi Buah Hati Anda Dari Kesakitan, Kecacatan, Dan Kematian Karena Penyakit Campak Dan Rubella. Cegah Dengan Imunisasi MR Dan GRATIS LOH!


Baca Juga

CONNECT WITH US