Berita > Uin Sunan Ampel Surabaya Turut Resmikan Bambooland Social Enterprise Di Yogyakarta

UIN Sunan Ampel Surabaya Turut Resmikan Bambooland Social Enterprise di Yogyakarta


UINSA Newsroom, Jumat (11/08/2017); Pada tanggal 10 Agustus 2017, Bambooland Social Enterprise program yang didukung oleh Pemerintah Australia melalui skema Alumni Grant Scheme (AGS) 2017 telah diresmikan di Sleman, Yogyakarta. Peresmian Bambooland Indonesia ini dilakukan secara simbolis dengan penandatanganan “Prasasti Bamboo” oleh 5 pihak yang turut terlibat yaitu Duta Besar Australia, Gubernur DIY, Bupati Sleman, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya dan Rektor UII Yogyakarta.

 

(Suasana Penandatanganan Prasasti Bambooland, 10/8)

 

Menurut Team Leader Bambooland Indonesia, Faruq Ibnul Haqi, program ini memiliki tema Bambooland Social Enterprise: Maximizing the Role of Rural Communities towards Sustainable Economic Creative. Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan Bamboo Community Coaching dengan cara ‘transfer knowledge dan technology’ bagaimana memanfaatkan bambu secara beradab dan lestari, serta kegiatan Bamboo Trekking yang mana para peserta dapat menikmati lorong bamboo dan hutan bamboo di Bambooland. Selain itu juga ada Bamboo Ranger yang mana pelatihan ini dimakudkan untuk masyarakat bagaimana caranya melakukan pembibitan dan pengawetan bamboo. Program ini secara penuh melibatkan dan memaksimalkan peran masyarakat desa dan pemerintah desa. Selain itu juga, selama 10 hari masyarakat diberikan pelatihan Bamboo Construction sebagai bekal kedepannya sehingga masyarakat mampu memproduksi dan mengadakan training untuk umum. Dalam program tersebut, Dosen Prodi Arsitektur UINSA Surabaya ini juga menggandeng Dr. Yulianto P. Prihatmaji dari Sekolah Lurah Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. “Ini merupakan sebuah kolaborasi yang sangat pas untuk sebuah program seperti Bambooland ini karena melibatkan dua institusi pendidikan di Indonesia yaitu UIN Sunan Ampel dan UII Yogyakarta serta didukung oleh Pemerintah Australia dan Pemerintah Daerah”, pungkasnya.


Masih menurut dosen muda dari Prodi Arsitektur UINSA Surabaya ini, dalam persemian yang dihadiri oleh Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si beserta rombongan SKPD di lingkungan Sleman, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda DIY Drs. Tri Mulyono, MM, First Secretary Kedutaan Besar Australia, Laura Ralp. Hadir juga dari Kementrian Sekretariat Negara Ibu Rika Kiswardani, Wakil Rektor I UINSA Surabaya Dr. H. M. Syamsul Huda, M.Fil.I dan Rektor UII Yogyakarta Nandang Sutrisno, SH., LL.M., M.Hum., Ph.D. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman mengukuhkan pengurus Bambooland Indonesia yang mana dalam kepengurusan tersebut semuanya dari warga masyarakat Dusun Ngepring, Puwobinangun, Sleman. Selain itu juga beliau juga berpesan agar para pengurus nantinya mampu menjaga lingkungan di desanya dan mengembangkan program bambooland ini yang mana semuanya akan kembali kepada masyarakat juga karena program ini adalah social enterprise.

(Peserta Training dan Workshop serta Pengurus Bambooland Indonesia, 10/8)

Disampaikan oleh dosen lulusan Perencanaan Wilayah dan Kota (Urban and Regional Planning) University of South Australia (UniSA) ini (10/8) bahwa dukungan dari Pemerintah Australia dalam bentuk skema AGS ini memiliki tujuan untuk memperkuat hubungan Australia – Indonesia agar menjadi lebih dekat dengan cara mendorong para alumninya untuk mampu berbuat dan ikut berperan serta dalam proses pembangunan bersama masyarakat. Peran serta tersebut dengan cara mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang telah didapat selama studi di Australia kepada masyarakat. Kedatangan perwakilan dari Kedutaan Besar Australia dalam peresmian Bambooland Indonesia ini merupakan salah satu bukti keseriusan dan semangat untuk terus menjalin hubungan tersebut, baik itu dalam level P-to-P (People to People) maupun dalam level G-to-G (Government to Government) antara Indonesia dan Australia. “Besar harapan program seperti ini akan terus berkelanjutan sehingga hubungan kedua negara akan terus semakin mesra”, tambahnya.

Seperti yang disampaikan dalam sambutannya, Faruq menyampaikan bahwa target awal dari kegiatan training dan workshop ini adalah hanya 30 orang saja, akan tetapi karena antusias dari masyarakat dan komunitas pecinta bamboo di Indonesia, jumlah peserta yang mengikuti training dan workshop lebih dari 70 orang. Program Bambooland yang telah diresmikan ini merupakan sebuah program yang memiliki potensi dan prospek sangat bagus untuk masyarakat desa. “Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa segala socioeconomic benefits yang diperoleh dari program ini akan kembali kepada masyarakat desa”, imbuhnya. “Dengan program Bambooland ini, masyarakat di Dusun Ngepring Purwobinangun ini telah memperoleh keahlian dan skill tentang perbambuan serta pengetahuan bagaimana mereka nantinya mengembangkan potensi desanya dengan memanfaatkan bambu sebagai salah satu cara untuk mencapai sustainable economic creative”, tutupnya.

 

          


Baca Juga

CONNECT WITH US