Berita > Uinsa Tandatangani Mou Dengan Ntb

UINSA TANDATANGANI MoU DENGAN NTB


UINSA Newsroom, Jumat (08/09/2017); Mandat Tri Dharma Perguruan Tinggi membawa UIN Sunan Ampel Surabaya terus berupaya menjalin relasi dengan berbagai pihak dan stakeholder terkait. Kali ini, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu dari tiga provinsi yang menjalin kersama dalam bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat dengan UIN Sunan Ampel Surabaya, pada Kamis, 07 Agustus 2017. Bertempat di Gedung Amphiteather Lt. 3, penandatangan nota kesepahaman (MoU) ini dilakukan Gubernur NTB, TGB. DR. H. Muhammad Zainul Majdi, M.A., dan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.Ag.

Selain NTB, kerjasama juga dilakukan dengan Provinsi Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Dimana salah satu poinnya memuat kerjasama dalam bidang pendidikan kedokteran. Hal ini menyusul rencana dibukanya Prodi Kedokteran sebagai salah satu konsentrasi pendidikan umum di UIN Sunan Ampel Surabaya. Prof. A’la menjelaskan, kerjasama dengan tiga pemprov tersebut memang menjadi pra syarat dibukanya Prodi Kedokteran.

Terkait hal itu, Prof. A’la juga menjelaskan, proses pembukaan Prodi Kedokteran secara proposal sudah mencapai 80 persen. Sedangkan sarana prasarana baru siap 50 persen. Gedung perkuliahan Prodi Kedokteran pun direncanakan di Kampus II Gunung Anyar, Surabaya yang saat ini dalam tahap pembangunan, serta 26 dokter yang siap menjadi tenaga pengajar. “Terkait rumah sakit untuk praktek mahasiswa, UINSA bakal menggandeng Rumah Sakit Asrama Haji dan Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari,” jelas Prof. A’la.

Gubernur NTB mengatakan, Pemprov NTB mendukung upaya UIN Sunan Ampel Surabaya dalam membuka Fakultas Kedokteran. Hubungan baik kedua belah pihak, serta adanya keterikatan sejarah akademik yang kuat antara UIN Sunan Ampel Surabaya dengan UIN Mataram. "Misalnya ketika sudah dibuka Fakultas Kedokteran kami ingin mengirim anak-anak NTB yang bisa diberikan beasiswa oleh Pemprov untuk mempelajari kedokteran di UINSA," ucap Gubernur NTB.

Tak hanya penandatanganan MoU, pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB, TGB. DR. H. Muhammad Zainul Majdi, M.A., juga didaulat mengisi Studium General dengan tema: Alquran Dalam Bingkai Kebangsaaan yang digelar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Doktor Bidang Keahlian Ilmu-Ilmu Alquran pada Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Cairo Mesir tersebut banyak menjelaskan tentang bagaimana seharusnya umat Islam hidup dalam bingkai nasionalisme. “Walaupun Indonesia bukan Negara Islam. Tapi inilah negara, dimana regulasi yang disahkan UUD yang paling banyak terinspirasi dari Alquran,” ujar Gubernur NTB.

Karenanya, tidak benar ketika muncul anggapan bahwa nilai-nilai nasionalisme bertentangan dengan nilai Ke-Islaman. Dalam setiap sejarah di dunia membuktikan, bahwa ketika Alquran diamalkan, tercipta peradaban yang hingga kini masih menjadi buah bibir. Yang kendati juga mengalami pasang surut kehidupan sosial, Peradaban Islam selalu hadir dan memberikan yang terbaik. “Sejak jaman dahulu kala, Alquran bisa berkontribusi pada masyarakat dan peradaban. Dan tugas anda sekarang adalah bagaimana meningkatkan kematangan akademik, serta kekokohan pengamalan akademik,” ujar Gubernur NTB berpesan pada para mahasiswa yang dengan penuh khidmat mengikuti kegiatan. (Nur/Humas)


Baca Juga

CONNECT WITH US