Berita > Jihad Kebangsaan Antar Menpora Raih Gelar Kehormatan

JIHAD KEBANGSAAN ANTAR MENPORA RAIH GELAR KEHORMATAN


UINSA Newsroom, Kamis (14/09/2017);  Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa/Gelar Kehormatan (Dr.(HC)) bidang Kepemimpinan Pemuda berbasis Agama bagi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, H. Imam nahrawi, S.Ag., M.KP dari UIN Sunan Ampel Surabaya, digelar pada Kamis, 14 September 2017 di Gedung Sport Center and Multipurpose, Jl. A. Yani No. 117 Surabaya.

Rapat Senat Terbuka yang digelar dalam rangka penganugerahan gelar kehormatan ini dipimpin Ketua Senat UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. H. Ahwan Mukarrom, M.Ag. Hadir dalam momen sakral ini, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Abd A’la, M.Ag beserta jajaran pimpinan, serta seluruh anggota senat yang terdiri dari Guru Besar dan Dekan-dekan Fakultas di UIN Sunan Ampel Surabaya. Sedangkan untuk kalangan eksternal, Rapat senat terbuka ini telah mengundang ribuan tamu yang terdiri dari unsur kiai, tokoh masyarakat, pejabat pusat dan daerah, juga aktifis kepemudaan. Adapun yang bertindak sebagai promotor dalam penugerahan gelar kehormatan ini yaitu Prof. Dr. H. Husein Aziz, M.Ag., (Direktur Pascasarjana), Prof. Dr. H. Ahmad Zahro, MA (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan) dan Prof. Dr. Ali Mudlofir, M. Ag. (Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan)

Menpora, dalam orasi ilmiah bertajuk, “Jihad Kebangsaan, Peran Pemuda dalam Konteks Keislaman dan Keindonesiaan” banyak menyoroti tentang bagaimana seharusnya pemuda mengambil peran dalam mengawal kebhinnekaan. Sebab pemuda dinilai memiliki tanggung jawab besar, serta bahwa pemuda seharusnya hadir sebagai The Maker Of Solutions bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Kaitannya dengan penganugerahan gelar kehormatan, Menpora mengaku, bahwa anugerah gelar akademik Dr. (HC) di luar ekspektasi. Menpora merasa bahwa darma bhakti yang harus dipersembahkan kepada negeri ini masih jauh dari apa seharusnya ingin dilakukan. “Sebagai seorang Menpora RI saya merasa tertantang untuk terus berbuat untuk Negara kita tercinta. Mengabdi tiada henti dan terus berjuang untuk negeri. Itulah cita-cita dan harapan kita bersama,” ujar Menpora.

Selain itu, dalam sambutannya Prof A’la berharap, melalui penganugerahan Dr. (HC) kepada Menpora, UIN Sunan Ampel Surabaya mampu mencetak generasi muda dan calon pemimpin yang unggul. Sehingga ke depan, akan lahir pemimpin-pemimpin masyarakat, bangsa, dan negara yang baik dan unggul demi menjamin terciptanya keadaban publik secara lebih baik.

Kaitannya dengan gagasan jihad kebangsaan pemuda yang digagas Menpora dalam orasi ilmiahnya, Prof. A’la mengakuinya sebagai sebuah gagasan yang menarik. Dimana gagasan yang dibangun diatas nilai-nilai Islam dan nasionalisme tersebut mengacu pada konsep KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang “Pribumisasi Islam”. Yakni, Nilai Islam diterjemahkan ke dalam sikap dan praktik toleransi, moderasi, keadilan serta komitmen untuk menjadi harmoni dengan semua pihak.  Sikap dan praktik tersebut lalu diorientasikan kepada penciptaan keadaban publik melalui penguatan peradaban kemanusiaan.  

“Pada titik inilah, kita bisa berharap banyak agar pemuda bisa memainkan peran yang lebih besar nan strategis dalam memperkuat dan meneguhkan keadaban publik. Semangat jihad kebangsaan, yang menjadi argumen besar orasi ilmiah Saudara Imam Nahrawi S.Ag, M.KP, harus digelorakan untuk memperkuat kemampuan pemuda dalam membayar lunas tanggung jawab dan perannya dalam meneguhkan keadaban publik,” tegas Prof. A’la.

Disamping itu, Prof. Husein Aziz, selaku promotor mengatakan, Menpora dirasa layak atas Gelar Kehormatan (Dr.(HC)) setelah melihat bagaimana komitmen untuk terus membangun kepemudaan baik dalam bidang keolahragaan, pembangunan karakter, maupun pendidikan. Selain itu, dari sisi akademis, Tema Kepemimpinan Pemuda Berbasis Agama, menurut Prof. Husein, menarik untuk diangkat sebagai kajian. Mengingat, kepemimpinan pemuda mengacu kepada kekuatan, keilmuan, kecerdasan, militansi dan intelektual. Sementara agama, merujuk kepada integritas dan akhlak yang mulia. “Integrasi kedua aspek ini dibutuhkan dalam membangun peradaban bangsa. Agama tanpa keilmuan mengakibatkan melemahnya peradaban dan mendatangkan problem sosial dan ekonomi. Sedangkan keilmuan tanpa agama menimbulkan dekadensi  nilai-nilai kemanusiaan,”

Menegaskan apa yang disampaikan Prof. Husein tersebut, Prof. Ali Mudhofir juga menilai, bahwa kepeloporan Menpora telah ditunjukkan semenjak di bangku kuliah dengan aktifitasnya yang tidak saja menggeluti dunia akademik, tetapi juga sebagai aktifis organisasi intra dan ekstra kampus. Selepas purna pun, kepeloporan dan kepemimpinan terbukti dengan terbentuknya Ikatan Keluarga Alumni UIN Sunan Ampel (IKA UINSA) Surabaya sebagai wadah komunikasi dan kreatifitas para alumni UIN Sunan Ampel Surabaya. Dimana kemudian, Menpora didaulat sebagai ketua IKA UINSA. Tak hanya itu, kepeloporan Menpora semakin matang saat memasuki dunia politik praktis hingga puncaknya ketika alumni UIN Sunan Ampel Surabaya tahun 1997 ini dipercaya mengemban amanah sebagai Menpora RI. “Dalam konteks ini pula tidak berlebihan kiranya jika almamaternya ikut bangga dan bersyukur kepada Allah Swt, dengan harapan agar sepak terjang dan kepeloporan serta Kepemimpinan beliau dapat diikuti para pemuda khususnya para mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya di masa-masa yang akan datang,” ujar Prof. Ali Mudhofir penuh harap.

Sedangkan, Prof. Zahro, yang tak lain adalah dosen kala Menpora masih menyandang status sebagai mahasiswa UIN (dahulu IAIN) Sunan Ampel Surabaya mengatakan, bahwa Menpora memang merupakan salah satu mahasiswa yang menarik perhatian karena sikapnya yang aktif, patuh, tawadlu' dan cerdas. “Sebagai guru, pembimbing dan pendamping, saya tentu bangga. Saya tahu bahwa di samping cakap di bidang ormas-orpol, dia juga cerdas secara akademik,” pungkas Prof. Zahro. (Nur/Humas)


Baca Juga

CONNECT WITH US