Berita > Kuliah Umum Gubernur Ntt; Harmoni Umat Beragama, Perkuat Jati Diri Provinsi

KULIAH UMUM GUBERNUR NTT; HARMONI UMAT BERAGAMA, PERKUAT JATI DIRI PROVINSI


UINSA Newsroom, Jumat (06/10/2017); Masih dalam rangka memenuhi syarat membuka Fakultas Kedokteran, UIN Sunan Ampel Surabaya kembali menggelar kerjasama dengan provinsi-provinsi di Indonesia. Setelah sukses menggelar MoU dengan Provinsi NTB, kini giliran Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Drs. Frans Lebu Raya, Gubernur NTT dalam kesempatan kunjungannya ke UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus mengisi Kuliah Umum bertajuk Kebijakan Inovatif Membangun Harmoni Umat Beragama dan Penguatan Jati Diri Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 6 Oktober 2017. Digelar di Ruang Ampitheater UIN Sunan Ampel Surabaya, pukul 08.00-11.30 WIB, kegiatan ini dihadiri mahasiswa lintas jurusan, fakultas dan semester, serta beberapa tamu undangan. Khususnya mahasiswa Prodi Studi Agama-agama FUF dan Pengembangan Masyarakat Islam FDK yang memiliki keterkaitan langsung terhadap tema yang diangkat.

Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Abd. A’la, M.Ag, dalam sambutan selamat datangnya menyampaikan apresiasi atas kesediaan Drs. Frans berkunjung ke UIN Sunan Ampel Surabaya ditengah kesibukannya. Prof. A’la mempersilahkan Drs. Frans menjelaskan bagaimana pelaksanaan toleransi antar umat beragama sebagaimana yang dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kesempatan tersebut, Prof. A’la membandingkan gambaran mengenai kondisi pada masa Nabi Muhammad Saw. ketika dibuatnya Piagam Madinah. Yakni bagaimana Rasulullah berupaya untuk mengembangkan Islam ditengah banyaknya halangan dari kaum Yahudi, namun Rasulullah tetap bersikeras menjalankan amanah dari Allah Swt. untuk menyebarkan agama Islam, “Namun, bagaimana jika kondisi tersebut diterapkan di Jawa? Sekarang kita masuk pada Revolusi Industri Generasi Keempat. Bagian itulah yang ingin kita terapkan di UIN Sunan Ampel Surabaya dengan nilai-nilai Ke-Islaman,” jelas Prof. A’la.

Sementara itu, Drs. Frans dalam kesempatan kuliah umum menjelaskan karakteristik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdiri dari 1.920 kepulauan. Namun hanya sekitar 400 pulau yang telah diberi nama. Diantaranya lima kepulauan terbesar NTT seperti pulau Alon, Pulau Batek, Pulau Ndara dan Pulau Mengkudu. “Pulau Batek, pernah diklaim Timor Leste sebagai kepemilikannya, padahal pulau itu punya Indonesia,” ungkap Drs. Frans mengawali penyampaian.

Dalam penuturan selanjutnya, Drs. Frans tidak lupa menjelaskan mengenai harmoni umat beragama di NTT dengan beberapa cara yang dilakukan untuk mengajak masyarakat mempertebal rasa toleransi antar sesama Warga Negara Indonesia. Salah satu contoh, ketika membangun masjid, semua umat beragama NTT diundang untuk menghadiri. Begitu pula apabila yang dibangun adalah gereja atau pure, semua umat beragama dipersilakan datang agar komunikasi dan toleransi antar warga terjalin dengan baik, “Harusnya, kelompok yang mayoritas itu berguna untuk menjaga kelompok yang minoritas. Apabila yang mayoritas tidak bisa menjaga yang minoritas, berarti belum menemukan kebergunaan,” jelas lelaki kelahiran Pulau Adonara, NTT tersebut.

Tak ketinggalan, penjelasan tentang penguatan jati diri provinsi juga diulas Drs. Frans melalui beberapa tekad. Diantaranya tekad menjadi provinsi yang membudayakan makan jagung, mengembangkan peternakan khususnya sapi, serta menjadi provinsi pariwisata yang luar biasa, “Dari kecil saya diberi makan jagung dan ubi, toh saya juga menjadi gubernur.  Saya dilahirkan dari keluarga yang sederhana, ayah dan ibu seorang petani. Jagung mengandung karbohidrat dan minim kadar glukosa jika dibandingkan dengan nasi,” jelas Drs. Frans.

Terkait rencana dibukanya Fakultas Kedokteran di UIN Sunan Ampel Surabaya, Drs. Frans berharap semakin mempermudah akses Pemuda NTT untuk mengenyam pendidikan tentang kedokteran. Sebagai langkah mengembangkan sumber daya manusia masyarakat NTT, “Nanti kalau sudah lulus dari Fakultas Kedokteran UIN Sunan Ampel Surabaya, mereka akan bekerja di Nusa Tenggara Timur kembali,” terang Drs. Frans. (Rag, Ags/Humas)


Baca Juga

CONNECT WITH US