Berita > Transformasi Layanan Berbasis Digital

TRANSFORMASI LAYANAN BERBASIS DIGITAL



UINSA Newsroom, Ahad (24/12/2017); Perkembangan teknologi membawa manusia pada tiga masa yaitu manual, elektronik, dan digital. Setiap masa tersebut pun membawa implikasinya masing-masing. Menjawab tantangan itu, UIN Sunan Ampel Surabaya secara resmi merilis Program 21 Pekan UINSA menuju Cyber Islamic University di Gedung Amphiteater lt. 2-3 Twin Tower, Jumat, 22 Desember 2017.

Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.Ag., Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, dalam sambutannya menyampaikan, Program 21 Pekan UINSA menuju Cyber Islamic University juga merupakan bagian dari upaya transformasi di bidang layanan. Target utamanya adalah bisa one day service. “UINSA terus mengembangkan sistem kerja berbasis digital, misalnya: Sistem Kepegawaian, Sistem Penilaian, Sistem Tata Kelola, Publikasi, E-Office, dan Sistem Akademik,” jelas Prof. A’la.

Selain itu, dalam tiga tahun terakhir, UIN Sunan Ampel Surabaya juga telah memulai ujian berbasis Computer Based Test (CBT). Termasuk juga, pendaftaran bagi calon mahasiswa luar negeri yang sudah dilakukan secara online. “Saya juga sudah membiasakan memberikan disposisi melalui email dengan format pdf sehingga  mengurangi penggunaan kertas,” kata Prof. A'la menambahkan.

Sementara itu, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PUSTIPD) UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Lilik Hamidah, S.Ag., M.Si., menambahkan, langkah awal mewujudkan UINSA sebagai Cyber Islamic University dilakukan PUSTIPD dengan melatih lebih dari 3.000 mahasiswa angkatan 2014 agar melek IT. Sekaligus mengeluarkan sertifikasi IT bagi 3.000 mahasiswa. Sedangkan bagi 1000 mahasiswa dengan nilai terbaik, mendapat tiket mengikuti sertifikasi Microsoft office specialis.

Strategi Branding Lewat Tulisan Ala Sekjend Kemenag

Masih dalam rangkaian Launching Program 21 Pekan UINSA menuju Cyber Islamic University, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si., secara khusus didaulat menjadi pembicara dalam Diskusi ‘Strategi Corporate Branding Melalui Media; Catatan Inspirasi Untuk Membangun Negeri’. Hadir sekaligus mendampingi di kursi podium Hadi Rahman (Stafsus Menag RI), Dr. Fathurrahman (Dosen UIN Malang), Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag., (Gubes Ilmu Dakwah UINSA), Dr. Moch. Choirul Arif, S.Ag., M.Fil.I. (Dosen Ilmu Komunikasi UINSA).

Diskusi ini sekaligus menjadi penanda rasa syukur atas prestasi Prof. Nur Syam melalui blog pribadinya di www.nursyam.uinsby.ac.id yang menduduki peringkat 44.572 dari 3 juta blogger Indonesia dan 127 Juta dari blogger dunia. Sekjen Kemenag yang juga merupakan Guru Besar Sosiologi Agama UIN Sunan Ampel Surabaya ini memang dikenal sebagai salah satu blogger yang aktif, bahkan sejak menjabat di UIN Sunan Ampel Surabaya.

“Saya dulu mulai nulis blog, saat menjabat wakil rektor UINSA bidang adminstrasi umum, Targetnya sederhana, manas-manasi yang muda," ujar Prof. Nur Syam mengawali penuturan.

Disampaikan Prof. Nur Syam, khususnya sebagai dosen, mahasiswa, ataupun civitas akademika, menulis merupakan prioritas utama. Tak hanya mencegah kepikunan, menulis dapat juga menjadi solusi penyeimbang bagi merebaknya berita hoax, ungkapan kebencian di media massa dan lain sebagainya menjelang tahun politik. Tiga tips menciptakan tulisan yang mampu menjadi penyeimbang, yaitu pertama, menulis apa yang dipahami agar bisa dicerna. Kedua, adalah konsisten dan komitmen karena memang memulai menulis itu berat. Ketiga, berupaya agar tulisan tidak menciptakan kegaduhan dan kontraproduktif.

“Prinsipnya, tulislah apapun yang kita pahami. Saya dulu menulis sebagai respon terhadap apa yang terjadi di sekitar. Sumbernya bisa bermacam-macam. Saya juga tidak terikat footnote, sebab yang saya tulis adalah bentuk refleksi dari apa yang kita alami dan perlu direspon. Meskipun akhir-akhir ini saya lebih banyak menulis tentang pekerjaan, sebagai bentuk tanggung jawab pekerjaan saya,” ujar Prof. Nur Syam mengisahkan pengalaman menulisnya.

Lebih lanjut, kaitannya dengan kebiasaan literer menulis, sebagaimana disampaikan Dr. Choirul Arif, bahwa tulisan juga merupakan representasi dari penulis itu sendiri. Blog dengan kecenderungan personalitasnya juga dapat mempengaruhi pembacaan khalayak terhadap seseorang, yang pada gilirannya juga merupakan representasi dari kelembagaan seseorang.

“Kita memiliki potensi pembaca yang luar biasa (sekitar 130 juta pengguna internet di Indonesia, red). Apapun yang kita tulis akan dibaca orang. Karena itu gerakan menulis sangat penting,” ujar Prof. Nur Syam menegaskan.

Disamping diskusi dan penyampaian apresiasi dari pembicara lainnya, dalam kesempatan ini Prof. Nur Syam juga membagikan buku karangannya kepada peserta yang bertanya. Para peserta yang terdiri dari civitas akademika UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut nampak antusias mengikuti kegiatan. Acara pun ditutup dengan pemotongan tumpeng. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi internal kaitannya dengan Strategi Corporate Branding Melalui Media yang berakhir pada Sabtu, 23 Desember 2017. (Nur/Humas)


Baca Juga

CONNECT WITH US