Berita > Fst Uinsa Gelar Fgd Sapto Jelang Reakreditasi Prodi

FST UINSA GELAR FGD SAPTO JELANG REAKREDITASI PRODI



UINSA Newsroom, Jumat (09/02/2018); Derap langkah perbaikan kualitas dan kompetensi prodi-prodi baru di UIN Sunan Ampel Surabaya. Salah satunya dengan mengajukan reakreditasi prodi pada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Sebab, nilai yang nantinya diberikan BAN PT tersebut sedikit banyak akan menjadi acuan dalam upaya perbaikan internal maupun eksternal. Dalam upaya mempersiapkan diri inilah, Fakultas Sains dan Teknologi menggelar Focus Group Discussions Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO), Jumat, 9 Februari 2018 di Lt. 9 Twin Towers UINSA.

Hadir sebagai tutor dalam kegiatan ini, Dr. Ir. Era Purwanto, M.Eng., Dosen PENS yang sekaligus Asesor BAN PT. Dr. H. Syamsul Huda, M.Fil.I., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan dalam sambutan pembuka menyampaikan, bahwa akreditasi terbukti menjadi bargaining (daya tawar) yang kuat khususnya bagi calon mahasiswa baru untuk memilih studi perguruan tinggi.  “Akreditasi memang memiliki sisi marketing. Dimana kita berupaya untuk memperjuangkan nasib lulusan kita. Walaupun kalau dilihat secara obyektif, sejujurnya kemampuan seseorang kan tidak harus diukur dari akreditasi lembaga,” ujar Dr. Syamsul.

Lebih lanjut disampaikan Dr. Syamsul, agar kesempatan FGD tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempersiapkan tips and trik menghadapi reakreditasi yang sedianya akan dilakukan FST UIN Sunan Ampel Surabaya. “Saya yakin ada keunggulan atau treatment tertentu yang bisa diperkuat. Jangan sampai hanya karena permasalahan teknis, mengaburkan semua upaya yang kita lakukan,” pesan Dr. Syamsul mengakhiri sambutan.

Disamping itu, hadir pula Dr. Asep Saepul Hamdani, M.Pd., Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam kesempatan ini, Dr. Asep menyampaikan pengantar singkat mengenai Kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UIN Sunan Ampel Surabaya Dalam Menyongsong Akreditasi Online. Disampaikan Dr. Asep, sesuai dengan tujuan dibuatnya, adanya SPMI tentu diharapkan menjadi dasar standar yang jelas bagi penyelenggaraan pendidikan di Perguruan Tinggi. “Sebelum kita sibuk dengan urusan akreditasi, hal pertama yang harus kita lakukan adalah membenahi mutu internal kita,” ujar Dr. Asep mengingatkan.

Dijelaskan Dr. Asep, bahwa selama ini memang ada kecenderungan PT lebih mengutamakan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) atau yang lazim disebut akreditasi dibandingkan SPMI. Padahal, kekuatan lembaga pertama kali ditentukan adanya SPMI yang terstandar dan dijalankan dengan baik. “Adanya SAPTO justru akan mempermudah. Karena sejatinya itu hanya mengenai sistem. Tapi komponen internalnya tetap perlu dipersiapkan dengan matang,” jelas Dr. Asep dalam kesempatan FGD yang sedianya akan digelar hingga Ahad, 11 Februari 2018. (Nur/Humas)


Baca Juga

CONNECT WITH US