Berita > Febi-fisip Uinsa Gelar Walimah Dan Launching Smart Management

FEBI-FISIP UINSA GELAR WALIMAH DAN LAUNCHING SMART MANAGEMENT


UINSA Newsroom, Jumat (09/02/2018); Lantunan Ayat Suci Al-Quran menggema di koridor gedung perkantoran FEBI-FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya, Jumat, 9 Februari 2018. Tak seperti biasa, dimana mahasiswa lalu lalang mengurus berbagai administrasi perkuliahan. Pagi itu, segenap jajaran pimpinan dan pegawai FEBI-FISIP hingga Kabag Kantor Pusat UIN Sunan Ampel Surabaya bersama menghadiri kegiatan Launching Smart Management dan Tasyakuran Sukses Reakreditasi Prodi yang digelar mulai pukul 07.30-11.00 WIB.

Kegiatan yang dibuka dengan Khotmil Qur’an tersebut, juga diisi testimoni dari masing-masing Kepala Jurusan dan Prodi FEBI-FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya mengenai pengalaman melaksanakan reakreditasi prodi. Selanjutnya juga terdapat agenda penyampaian testimony Dekan, Prof. Dr. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA, M.Phil, Ph.D., kaitannya dengan penerapan Smart Management di lingkungan FEBI-FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya. Kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan Prof. Dr. H. Ali Aziz, M.Ag., Guru Besar Ilmu Dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya, dan pemotongan tumpeng bersama. Pada kesempatan tersebut, Prof. Akh. Muzakki yang genap memasuki usia 44 tahun pun mendapatkan kejutan kue ulang tahun dari sang istri, Erna Mawati bersama segenap pimpinan dan pegawai FEBI-FISIP.

Kaitannya dengan reakreditasi yang baru saja dilakukan FEBI-FISIP, maka beberapa Prodi kini resmi menyandang status akreditasi baru. Antara lain, Prodi Ekonomi Syariah Akreditasi A, prodi Ilmu Ekonomi Akreditasi B, Prodi Manajemen akreditasi B, Prodi Akutansi akreditasi C, prodi Manajemen Zakat dan Wakaf akreditasi B. Sedangkan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik antara lain; Prodi Sosiologi akreditasi A, Prodi Ilmu Politik akreditasi B, Prodi Hubungan Internasional akreditasi B.

“Untuk yang C (Akuntansi, red) memang kami dari segi keterpenuhan dosen masih kurang. Sebelumnya, dari total semua dosen yang ada hanya dua orang yang memenuhi kualifikasi. Tapi kami tidak boleh mengeluh. Itu kondisi yang kami terima. Kelemahan kami disana,” ujar Prof. Muzakki berbesar hati.

Namun, penerimaan tersebut pun dibarengi dengan upaya meningkatkan kapasitas serta kuantitas dosen yang kualifikatif sebagaimana bidangnya. Saat ini total, telah ada lima dari minimal enam tenaga dosen kualifikatif di bidang akuntansi. “Secepatnya kami akan upayakan untuk bisa mengajukan reakreditasi,” ujar Prof. Muzakki yakin.

Sementara itu, mengenai Smart Management yang di-launching pada kesempatan tersebut, Prof. Muzakki menegaskan, bahwa hal itu merupakan walimah (perayaan) atas apa yang sudah dilakukan FEBI-FISIP dalam tiga tahun terakhir. Prof. Muzakki menyampaikan, masa jabatan memang memiliki masa, namun apapun hal baik yang telah dirintis sebelumnya tidak boleh bubrah hanya karena pergantian pimpinan. “Kecuali gantinya adalah sesuatu yang jauh lebih baik. Saya jauh lebih senang,” tegas Prof. Muzakki.

Lebih jauh mengenai Smart Management, terdapat tiga konsep penting yang ditekankan Prof. Muzakki dalam paparannya. Yakni, One Stop Service, One Day Service, dan Excellent Service. Tiga standar kinerja inilah yang menjadi acuan tata birokrasi dan pelayanan di FEBI-FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya sejak awal berdiri pada 2014 lalu. “Bekerja tidak dibawah tekanan tapi bisa bekerja dengan baik itu tidak istimewa. Tapi bagaimana bekerja baik, emosi terjaga, psikologi tetap santun pada orang lain dalam keadaan ditekan oleh beberapa pekerjaan, kalau kita bisa baik, itu baru luar biasa,” terang Prof. Muzakki.

Dalam aplikasinya, FEBI-FISIP sangat mengutamakan pelayanan optimal khususnya bagi mahasiswa. Front Desk sebagai pintu masuk pertama dan utama setiap pelayanan fakultas pun dibuka dengan sistem shift agar tidak ada kekosongan pelayanan. Shift pertama dimulai pukul 07.30-12.00 WIB, setelah itu digantikan shift kedua pukul 12.00-16.00 WIB. Petugas yang sebelumnya berada di front desk pada shift pertama berpindah ke bagian dalam dan sebaliknya. Para petugas ini pun diharuskan memakai jas, berdasi, serta memakai id card sebagai bagian dari SOP (Standard Operating Procedure).

Di akhir percakapan, Prof. Muzakki juga menegaskan, bahwa sistem manajemen yang telah dijalankan FEBI-FISIP tersebut dapat dilakukan dan dijadikan knowledge sharing bagi siapapun di UIN Sunan Ampel Surabaya. Itulah tujuan lainnya digelar launching selain perayaan serta penghargaan bagi segenap pihak yang telah berjuang keras selama ini. “Saya mempelajari satu hal penting, bahwa sesungguhnya memimpin itu sederhana. Lakukan dulu baru bicara. Apa yang saya sampaikan hari ini adalah apa yang sudah saya lakukan secara pribadi. Karena pemimpin yang hanya bicara sebelum bertindak tidak akan dipercaya,” jelas Prof. Muzakki.

Hal penting lainnya yang juga disampaikan Prof. Muzakki dalam menjalankan tugas memimpin, adalah agar tidak hanya mengandalkan laporan. Pemimpin harus terjun langsung ke lapangan agar tahu persis apa kekuatan sekaligus kelemahan yang dimiliki. Termasuk pentingnya untuk tidak menjaga jarak dengan rekan kerja.

“Saya selalu menyampaikan pada teman-teman, kita (FEBI-FISIP) tidak punya masa lalu, yang kita punya hanya masa depan. Kita yang mendapat amanah  berada di FEBI-FISIP ini, jika salah kelola, salah bekerja, dampaknya kita menanamkan kesalahan yang luar biasa bagi masa depan bangsa. Karena itu mari kita bekerja dengan baik,” seru Prof. Muzakki sebelum memungkasi percakapan. (Nur-Luk/Humas)

 


Baca Juga

CONNECT WITH US